Friday, June 29, 2007

Teori Darwin menemui ajal



Menyusul pengaruh biasa buku Harun Yahya “Atlas Penciptaan”, Dewan Eropa mulai meradang. Tanda-tanda teori Darwin segera menemui ajal?



Hidayatullah.com--Guncangan ideologis dahsyat di Prancis terjadi menyusul pengiriman ribuan buku ”Atlas Penciptaan”, yang mengungkap fakta penciptaan dan kekeliruan ilmiah Darwinisme. Setelah itu, wartawan Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya pun datang ke Istanbul, Turki, untuk mewawancarai penulisnya, Adnan Oktar, dengan nama pena Harun Yahya.

Tak ketinggalan, situs internet ilmiah berbahasa Prancis Science Actualités, melakukan wawancara pula dengan Patrick Tort dari Charles Darwin International Institute (Lembaga Charles Darwin Internasional). Jajak pendapat seputar teori Darwin pun diadakan oleh situs ilmiah itu.

Hasil jajak pendapat tersebut sungguh mengejutkan. Dari 5 pertanyaan yang diajukan, 92% peserta yakin bahwa “Manusia bukanlah hasil sebuah evolusi“. Mereka yang percaya bahwa “manusia dan kera memiliki nenek moyang bersama“ berjumlah 5%. Hanya 1% saja yang setuju bahwa "manusia berevolusi dari kera".

Mengadu ke Dewan Eropa

Jika Darwinisme dan teori evolusi tak lebih dari sekedar teori ilmiah belaka, maka fenomena di atas bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Perbedaan pendapat dan muncul-tenggelamnya sebuah teori ilmiah seiring dengan kemajuan zaman dan penemuan fakta ilmiah baru adalah biasa di dunia ilmiah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan ditutup-tutupi. Bahkan sepatutnya penemuan ilmiah baru disambut gembira oleh semua masyarakat, meski sama sekali bertolak belakang dengan teori sebelumnya.

Namun jika teori evolusi dan Darwinisme memiliki sisi ideologis dan kaitan erat dengan hal mendasar yang berpengaruh besar pada kehidupan manusia, pada tatanan ideologi, budaya, politik dan sosial suatu negara atau bahkan dunia, maka akan lain ceritanya. Dan inilah fenomena yang sedang terjadi di dunia sekarang, khususnya Amerika Serikat dan Eropa.

Menyusul pengaruh luar biasa buku karya Harun Yahya “Atlas Penciptaan”, serta karya para ilmuwan dan intelektual lain, terhadap Darwinisme dan fakta penciptaan, Dewan Eropa pun berkumpul membahasnya. Di lembaga tinggi beranggotakan 47 negara Eropa itu, Komite Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan mengajukan draf rekomendasi yang disetujui pada 31 Mei 2007 melalui pemungutan suara, satu suara menolak dan satu orang tidak memilih.

Kepanikan

Dalam laporan berjudul, “The dangers of creationism in education” (Bahaya paham penciptaan dalam pendidikan) yang berisi sembilan belas butir draf resolusi dan 105 butir memorandum, Guy Lengagne si penyusun yang juga dari kelompok Sosialis, Prancis, menulis dengan ungkapan yang mencerminkan ketakutan, kepanikan dan kekhawatiran mendalam atas semakin terpuruknya Darwinisme.

Ada sejumlah hal menarik yang dapat diketahui dengan membaca seksama laporan tersebut, yang digaya-bahasakan layaknya Eropa sedang mengalami serbuan perang dahsyat.

Pertama, kebebasan berbicara dan berpendapat yang diagung-agungkan negara-negara Eropa terbukti dikhianati sendiri oleh para Darwinis. Dalam kasus ini, kebijakan bangsa primitif dan diktatorisme ternyata diberlakukan dengan cara pelarangan terhadap buku Atlas Penciptaan.

Kedua, karya ilmiah seperti Atlas Penciptaan semestinya ditanggapi dan disanggah pula pada tataran yang setara, melalui sarana ilmiah dan secara intelektual oleh mereka yang mengaku ilmuwan, pakar, intelektual dunia di Eropa. Namun, menariknya justru luapan emosi, kemarahan dan ketakutanlah yang mendominasi.

Ketiga, lebih jauh lagi, lembaga-lembaga ilmiah bergengsi Eropa beserta para ilmuwannya yang tersohor rupanya tidak cukup mampu membendung tanda-tanda runtuhnya Darwinisme. Buktinya, diperlukan seorang dari Kelompok Sosialis bernama Guy Lengagne, dan bukan ilmuwan, untuk mengadukan kasus ini ke lembaga yang lebih besar dari sekedar lembaga ilmiah atau sebuah negara: Dewan Eropa!

Keempat, inilah isyarat jelas bahwa Darwinisme dan teori evolusi adalah rapuh secara ilmiah. Kemampuannya bertahan selama ini adalah karena ditopang oleh diktatorisme yang membungkam dan menyembunyikan fakta ilmiah yang menyanggahnya.

Kelima, ketika fakta ilmiah yang selama ini disembunyikan tersebut disingkap di mata masyarakat, serta merta keyakinan masyarakat yang ikut menegakkan bangunan Darwinisme itu ikut memudar. Tak heran jika para pendukungnya, para Darwinis, panik. [cr/www.hidayatullah.com] Read More ..

Thursday, May 31, 2007

WPI : Projek Umno bawa Singapura dan Israel jajah Malaysia


Posted on Thursday, May 31 @ 21:31:00 MYT by greenboc

Pelbagai MUKPerbahasan Ucapan Dasar Ketua Pemuda PAS sempena Muktamar Dewan Pemuda PAS kali ke-48 hari ini hangat dengan perwakilan menyentuh isu pembinaan Wilayah Pembangunan Iskandar (WPI).

Rata-rata perwakilan mahukan terma-terma pelaburan dan pemilikan aset selain penyegaran ekonomi WPI yang lebih mirip kepada usaha membawa pengaruh asing menguasai Malaysia.

Kelemahan Umno dalam membangunkan WPI dengan membuka dasar pemilikan aset seperti perumahan dan tenaga kerja pakar bagi 800,000 peluang kerja di wilayah itu kepada orang asing hanya akan menambahparahkan penjajahan di negara ini.

Paling dikesali, Jawatankuasa Pemantau WPI ini akhirnya diputuskan Perdana Menteri, Dato' Seri Abdullah Ahmad Badawi dengan membabitkan PM Singapura, Lee Hsien Loong yang mengadakan pertemuan dengan pemimpin jiran itu di Langkawi baru-baru ini.

AZAMPerkara ini dinyatakan oleh perwakilan Dewan Pemuda PAS Johor, Azam Abdul Razak dalam membahaskan ucapan dasar Ketua Pemuda PAS sempena Muktamar Dewan Pemuda PAS kali ke-48 di Pusat Tarbiyah Islam Kelantan (Putik).

Dalam perbahasannya Azam menyebut, di peringkat awal lagi pembinaan WPI cukup mencurigakan dengan wakil PAS di Dewan Undangan Negeri (Dun) Johor, Dr Ramli Kari (PAS-Senggarang) dinafikan dari mendapat dokumen rasmi WPI.

Malah kata Azam, dalam satu syarahan perdana yang disampaikan oleh bekas PM, Tun Dr Mahathir Mohamad mendakwa WPI ini akhirnya hanya akan menjadi Wilayah Pembangunan Iskandar Singapura (WPIS).

"Walaupun pemimpin mendakwa bahawa negara sudah merdeka 50 tahun, namun tindakan kerajaan Umno/BN ini hanyalah mengesahkan negara ini sebenarnya belum pernah merdeka sebaliknya semakin terhimpit dengan penjajahan Umno serta kuasa asing hasil dari WPI,"katanya.

Lebih membimbangkan WPI adalah projek yang direncana di bawah kerajaan Abdullah yang terlalu lemah dan tidak mampu mentadbir kerajaan dengan baik.

Justeru beliau menggesa kepimpinan Pemuda PAS Pusat memberi tekanan kepada kerajaan pimpinan Abdullah supaya memastikan kajian semula terma-terma pelaburan dan pemilikan aset di WPI dikaji semula.

"Kita tidak mahu suatu hari nanti anak cucu Ketua Pemuda juga merempat di negara sendiri kerana WPI telah menjadi milik penjajah Singapura yang juga proksi kepada Israel di Asean," katanya.

Hal ini hanya akan membuka ruang kepada Israel melebarluaskan pengaruh dan penjajahannya di Asean, ujarnya.

MAHFOZTerdahulu sebelum ini, AJK PAS Pusat, Mahfuz Omar yang sangsi akan penubuhan itu memberi contoh pelaksanakan kad pintar yang mana Malaysia perlukan persetujuan daripada kerajaan Singapura.

"Apa perlunya persetujuan Singapura sedangkan kita boleh benarkan dan abaikan mengikut kehendak kita sendiri tanpa merujuk kepada mereka kerana kawasan tersebut merupakan wiulayah kita," katanya sewaktu ditemui Harakahdaily semalam di Kediaman Rasmi Menteri Besar Kelantan di JKR 10 dekat sini.

"Dengan sikap yang ada ini, terbukti kita lemah dan dalam proses mengadaikan kedaulatan negara," katanya lagi.

Sebelum ini menurut laporan akhbar Timbalan Perdana Menteri berkata, jawatankuasa tersebut tidak mempunyai kuasa eksekutif kerana kuasa terletak di tangan Perdana Menteri, Dato' Seri Abdullah Ahmad Badawi dan Jemaah Menteri Malaysia.

"Mereka (jawatankuasa) tiada kuasa eksekutif tetapi membincangkan langkah yang difikirkan perlu dan wajar untuk mengembangkan WPI secara positif.

"Ini (penubuhan jawatankuasa) tidak bererti serah kedaulatan kita kepada Singapura," katanya lagi.

Bagaimanapun Mahfuz menyelar sikap putar belit kenyataan Timbalan Perdana Menteri berhubung isu itu.

"Jika tiada kuasa eksekutif mengapa hal ini tidak diserahkan sahaja di peringkat para pegawai sahaja," katanya lagi. - mks.
http://vids.myspace.com/index.cfm?fuseaction=vids.individual&videoid=2033412497

Oleh Wan Nordin Wan Yaacob untuk HARAKAHDAILY Read More ..

Friday, May 11, 2007

God Must Be Angry

Read More ..

Wednesday, May 2, 2007

Siapakah Wali Allah


Penjelasan Hadits Ke-38 Arba’in An Nawawiyah: Siapakah Wali Allah ?
Oleh: Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh
Diterjemahkan oleh: Abu Fatah Amrullah (Alumni Ma’had Ilmi)
Murojaah: Ustadz Aris Munandar

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله: إن الله تعالى قال: من عاد لي وليا، فقد آذنته بالحرب، وما تقرب إلى عبدي بشيء أحب إلي مما افترضته عليه، ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته، كنت سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورجله التي يمشي بها، ولئن سألني لأعطينه، ولئن استعاذني لأعيذنه رواه البخاري

Dari Abu Huriroh rodhiAllahu ta’ala ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah ta’ala berfirman, barang siapa memusuhi wali-Ku maka aku izinkan untuk diperangi. Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal ibadah yang lebih aku cintai dari pada perkara yang Aku wajibkan. Hamba-Ku akan senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku akan Aku berikan, jika dia meminta perlindungan pada-Ku, akan Aku lindungi.” (HR. Bukhari)

Penjelasan
Hadits ini merupakan hadits yang sangat agung. Rasulullah bersabda, [Allah ta’ala berfirman] hal ini menunjukkan bahwa hadits ini adalah hadits Qudsi. [Barang siapa memusuhi wali-Ku maka aku izinkan untuk diperangi] yaitu menjadikan wali Allah sebagai musuh yang ia benci. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam hadits ini jika seseorang membenci wali Allah karena agamanya. Adapun, jika ia memusuhi wali Allah karena perkara dunia sehingga terjadi perselisihan di antara mereka, maka hal seperti ini perlu dirinci. Pertama, Jika perselisihan tersebut menimbulkan kebencian maka dikhawatirkan orang tersebut akan termasuk dalam ancaman hadits ini. Kedua, jika perselisihan tersebut terjadi tanpa menimbulkan rasa kebencian, maka tidak termasuk dalam makna hadits ini, yaitu orang tersebut tidak menjadi orang yang diumumkan bahwa ia akan diperangi. Demikianlah, penghulu para wali umat ini pun saling berselisih. Abu Bakar dan Umar pernah berselisih dalam beberapa kesempatan. Sahabat Abbas pernah berselisih dengan sahabat Ali sampai perkaranya dibawa ke pengadilan dan beberapa kasus lainnya.
Terjadinya perselisihan tanpa diiringi kebencian kepada wali Allah, bukanlah yang dimaksud dalam hadits ini. Adapun jika ia membenci salah seorang wali Allah, maka orang ini layak diperangi. Allah jalla wa ‘ala telah mengizinkannya untuk diperangi dengan peperangan yang berasal dari Allah. Izin Allah untuk memerangi maknanya adalah bahwa orang tersebut diketahui akan mendapatkan hukuman dari Allah. Peperangan dari Allah maknanya adalah diturunkannya azab dan siksa Allah pada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, [Barang siapa memusuhi wali-Ku]. Istilah Wali menurut Ahlusunnah wal Jamaah adalah setiap mukmin yang bertakwa dan bukan Nabi. Inilah definisi Wali menurut Ahlusunnah wal Jamaah yaitu bahwa Wali adalah setiap orang yang memiliki keimanan dan ketakwaan.
Karena derajat keimanan dan ketakwaan bertingkat-tingkat, maka derajat kewalian –yaitu kecintaan dan pertolongan Allah pada hamba-Nya- juga bertingkat-tingkat. Yang dimaksud dengan wali adalah orang yang senantiasa menyempurnakan keimanan dan ketakwaan sesuai dengan kemampuannya serta sebagian besar kondisinya berada dalam keimanan dan ketakwaan. Hal ini berdasarkan firman Allah jalla wa ‘ala,

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63)
Allah menyebutkan bahwa wali-Nya adalah orang yang beriman dan bertakwa. Barang siapa yang memusuhi orang mukmin, bertakwa yang selalu menyempurnakan keimanan dan ketakwaan sesuai dengan kemampuannya dan tidak terdapat celaan yang mengurangi kesempurnaan iman dan takwanya maka dia diizinkan untuk diperangi. Yaitu bahwa dia diketahui dan diancam dengan siksaan dari Allah jalla wa ‘ala. Karena Wali tersebut dicintai dan ditolong oleh Allah jalla wa ‘ala dan kita wajib untuk mencintai orang tersebut karena Allah cinta padanya.
Kemudian Allah berfirman, [Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal ibadah yang lebih aku cintai dari pada perkara yang Aku wajibkan]. Yaitu bahwa bentuk taqorrub (pendekatan diri) seorang hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah menunaikan kewajiban. Inilah bentuk taqorrub yang paling dicintai oleh Allah. Seperti sholat lima waktu, menunaikan zakat, melaksanakan puasa wajib, melaksanakan haji yang wajib dan perkara lainnya yang telah diwajibkan oleh Allah kepada seorang hamba. Hal merupakan perkara yang paling dicintai Allah jalla wa ‘ala.
Hal ini berbeda dengan yang terjadi pada sebagian orang. Orang tersebut merasakan khusyuk dan tunduk ketika mengerjakan perkara yang sunnah tidak sebagaimana yang terjadi ketika mengerjakan perkara yang wajib. Hal ini menyelisihi ilmu. Sebagaimana disebutkan pada hadits qudsi ini bahwa Allah jalla jalaaluh mencintai bahkan lebih mencintai seorang hamba yang bertaqorrub dengan amalan yang wajib. Allah mewajibkan perkara-perkara yang fardhu karena Allah suka jika seorang hamba beribadah pada-Nya dengan perkara wajib tersebut.
Kemudian Allah berfirman: [Hamba-Ku akan senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya]. Yaitu hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan perkara yang sunnah –yaitu perkara sunnah dalam ibadah setelah menunaikan perkara yang wajib- sehingga Allah jalla wa ‘ala mencintainya. Dia disifati sebagai orang yang banyak melakukan amalan sunnah karena banyaknya ia melakukan perkara sunnah baik berupa sholat, puasa, sedekah, haji, umroh dan lain sebagainya.
Allah berfirman: [Hingga Aku mencintainya]. Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan Allah jalla wa ‘ala dapat diraih dengan bersegera dalam ketaatan dengan mengerjakan amalan sunnah dan bersegera melakukannya setelah menunaikan amalan wajib serta mendekatkan diri kepada Allah dengan perkara sunnah tersebut.
Allah berfirman: [Jika Aku mencintainya]. Karena kecintaan Allah jalla wa ‘ala pada seorang hamba akan memberikan pengaruh. Apa pengaruh tersebut? [Jika Aku mencintainya, Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat…] dan seterusnya hingga akhir hadits. Para ulama Ahlusunnah menafsirkan perkataan Allah [Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar] yaitu bahwa Aku akan memberikan taufik dan meluruskan pendengaran dan penglihatannya, serta apa yang diperbuat oleh kedua tangannya dan ke mana kakinya melangkah. Makna kalimat [Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar] yaitu bahwa Aku akan memberikan taufik dan meluruskannya. Penjelasan seperti ini bukanlah sebuah penyimpangan makna. Karena ketetapan syariat yang tegas menunjukkan bahwa zat Allah jalla wa ‘ala tidak bercampur dengan makhluk dalam pendengaran-Nya, penglihatan-Nya, tangan-Nya dan kaki-Nya Maha Suci dan Maha Agung Robb kita. Maka ketetapan syariat menunjukkan bahwa firman-Nya: [Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar] yaitu Aku memberikan taufik dan meluruskan pendengarannya. Apa yang didengarnya adalah sesuatu yang Allah cintai untuk diperdengarkan. Apa yang dilihatnya adalah sesuatu yang Allah cintai untuk dilihat. Apa yang dikerjakan dengan tangannya adalah sesuatu yang Allah cintai untuk dikerjakan, demikian pula dengan langkah kakinya.
Orang-orang sufi ekstrem menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa Allah bersatu dengan makhluk. Setelah firman Allah [Akulah kakinya yang dia gunakan untuk berjalan] mereka menambahkan redaksi hadits yang palsu yaitu: “Sampai-sampai jika ia berkata pada sesuatu, “Jadilah!” maka sesuatu tersebut akan terjadi.” Tambahan ini bersumber dari akidah hulul (keyakinan bahwa Allah bersatu dengan makhluk –pent). Tambahan ini diriwayatkan dengan sanad yang munkar. Bahkan sejumlah ulama menilai tambahan tersebut adalah maudhu’ (palsu).
Kemudian firman Allah, [Jika dia meminta kepada-Ku akan Aku berikan, jika dia meminta perlindungan pada-Ku, akan Aku lindungi]. Yaitu, demi Allah, jika dia meminta kepada-Ku akan Aku berikan. Karena huruf “lam” pada kalimat ini merupakan isi sumpah dan sebelumnya ada kalimat sumpah yang dibuang. [Jika dia meminta kepada-Ku akan Aku berikan] yaitu, demi Allah jika dia meminta kepada-Ku akan Aku berikan apa yang ia minta. Yaitu bahwa Allah akan mengabulkan doanya. [Jika dia meminta perlindungan pada-Ku, akan Aku lindungi] ini adalah bagian dari kalimat sebelumnya. Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk di antara hamba-hambaNya yang istimewa dan para wali-Nya. Read More ..

Monday, April 30, 2007

Pertabalan RAJA Ijok

Tahnian Pengundi Ijok, inilah pemimpin kamu bila bangkit nanti...

Read More ..

Friday, April 20, 2007

Agen Yahudi Malaysia


Siapakah mereka, tunggu pendedahan Tun Mahathir yang bakal gegarkan Bumi Politik Malaysia.
Awasi mereka amat hampir dengan anda!!.
Read More ..

Thyroid



Kelenjar Tiroid Tak Berfungsi

Gejala leher depan bengkak, selalu menggeletar, kuat makan, panas, cepat berpeluh dan mudah marah antara tanda seseorang itu mengalami masalah kelenjar tiroid.

Masalah kelenjar tiroid tidak berhenti di situ saja kerana ia turut menyukarkan seseorang wanita untuk mengandung.

Tiroid ialah kelenjar kecil yang terletak di pangkal leher. Ia ada dua lobus, di kiri dan kanan trakea (tenggorok) yang disambungkan dengan satu genting (ismus).

Ia merembeskan hormon tiroid yang berfungsi mengawal kadar metabolik, mental dan perkembangan fizikal yang normal.

Kelenjar tiroid bertugas mengambil iodin daripada makanan dan menukarnya ke hormon tiroid iaitu tiroksina (T4) dan triiodotironin (T3).

Sel tiroid adalah satu-satunya sel dalam badan yang boleh menyerap iodin. T3 dan T4 kemudian dihantar ke seluruh badan melalui salur darah dan mengawal proses metabolisme.

Setiap sel dalam badan bergantung kepada hormon tiroid untuk menjalankan metabolisme (penukaran kalori ke tenaga). Kelenjar tiroid yang normal menghasilkan 80 peratus T4 dan 30 peratus T3. Bagaimanapun, hormon T3 mempunyai fungsi empat kali ganda berbanding T4.

Aktiviti kelenjar tiroid sebenarnya dikawal oleh kelenjar pituitari di pangkal otak. Apabila paras hormon tiroid terlalu rendah, kelenjar pituitari memberi rangsangan supaya kadar ini ditingkatkan dan sebaliknya.

Untuk melakukan tugasnya, tiroid memerlukan bahan penting iaitu iodin yang diperoleh daripada makanan dan minuman. Badan mempunyai 50 miligram iodin. Antara 20 hingga 33 peratus (antara 10 hingga 15 miligram) iodin ini disimpan dalam kelenjar tiroid. Iodin ini kemudian bergabung dengan asid amino tiroksin untuk menghasilkan hormon.

Hormon tiroid yang dirembeskan akan memasuki aliran darah sebelum dihantar ke sel. Ia membantu mengawal pertumbuhan dan pembentukan struktur tulang, akil baligh dan fungsi badan yang lain. Selain itu, ia membantu sel menukar tenaga dalam badan bagi memastikan anggota badan berkembang secara normal.

Hormon tiroid juga mengambil bahagian aktif dalam kebanyakan fungsi organ, termasuk membantu sel menukarkan oksigen dan kalori ke bentuk tenaga. Jadi, jika kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik, ia akan menjejaskan fungsi banyak anggota badan.

Read More ..