Tuesday, September 22, 2009

Hukum Takbir Raya Jama'i Di Masjid

Dan sifat takbir yang masyru(yg di Syariatkan), ialah setiap muslim bertakbir dan mengeraskan suaranya sehingga orang-orang mendengarkan takbirnya, lalu merekapun mencontohnya dan ia mengingatkan mereka dengan takbir. Adapun takbir jama’i yang mubtada’ (yang bid’ah), ialah adanya sekelompok jama’ah –dua orang atau lebih banyak- mengangkat suara semuanya. Mereka memulai bersama-sama dan berakhir bersama-sama dengan satu suara serta dengan cara khusus. Amalan ini tidak mempunyai dasar serta tidak ada dalilnya. Hal seperti itu merupakan bid’ah dalam cara bertakbir. Allah tidak menurunkan dalil keterangan untuknya. Maka, barangsiapa yang mengingkari cara takbir yang seperti ini, berarti dia berpihak kepada yang haq, karena sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak berlandaskan perintah kami, maka amalan itu ditolak”.

Hukum Takbir Jama'i Di Masjid-Masjid Dan Sebelum Shalat Ied
Jumat, 29 Desember 2006 01:20:10 WIB

HUKUM TAKBIR JAMA’I DI MASJID-MASJID DAN SEBELUM SHALAT IED


Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz




Saya telah menelaah apa yang disebarkan oleh Fadhilah Al-Akh Syaikh Ahmad bin Muhammad Jamal –semoga Allah menujukannya kepada yang diridhai-Nya. Yaitu yang dimuat di sebagian Koran lokal, tentang penilaiannya yang menganggap aneh pelarangan takbir jama’i di masjid-masjid sebelum shalat Ied, dengan anggapan bahwa amalan ini merupakan bid’ah yang wajib dilarang. Syaikh Ahmad dalam makalahnya tersebut berusaha untuk memberikan dalil, bahwa takbir jama’i bukan bid’ah dan tidak boleh dilarang. Dan pandangannya ini di dukung oleh sebagian penulis lain.

Karena khawatir persoalan ini menjadi kabur bagi orang yang tidak mengetahui hakikat masalahnya, maka saya ingin menjelaskannya. Bahwasanya hukum asal takbir pada malam Ied, sebelum shalat Iedul Fithri, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan pada hari-hari tasyriq merupakan amalan yang di syariatkan pada waktu-waktu yang utama ini. Pada amalan tersebut terdapat keutamaan yang banyak, karena firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang takbir Iedul Fithri.

“Artinya : Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu dan agar kamu bersyukur” [Al-Baqarah : 185]

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan pada hari-hari tasyriq.

“Artinya : Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka, dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang dimaklumkan (ditentukan) atas rizki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak” [Al-Hajj : 28]

Dan firman Allah Azza wa Jalla.

“Artinya : Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang ma’dudat (yang berbilang)” [Al-Baqarah: 203]

Diantara dzikir yang masyru pada hari-hari yang ma’lumat (ditentukan) dan hari-hari yang ma’dudat (yang berbilang) ini ialah takbir muthlaq dan takbir muqayyad, sesuai yang ada dalam sunnah muthahharah dan pengamalan salaf.

Dan sifat takbir yang masyru, ialah setiap muslim bertakbir dan mengeraskan suaranya sehingga orang-orang mendengarkan takbirnya, lalu merekapun mencontohnya dan ia mengingatkan mereka dengan takbir.

Adapun takbir jama’i yang mubtada’ (yang bid’ah), ialah adanya sekelompok jama’ah –dua orang atau lebih banyak- mengangkat suara semuanya. Mereka memulai bersama-sama dan berakhir bersama-sama dengan satu suara serta dengan cara khusus.

Amalan ini tidak mempunyai dasar serta tidak ada dalilnya. Hal seperti itu merupakan bid’ah dalam cara bertakbir. Allah tidak menurunkan dalil keterangan untuknya. Maka, barangsiapa yang mengingkari cara takbir yang seperti ini, berarti dia berpihak kepada yang haq, karena sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak berlandaskan perintah kami, maka amalan itu ditolak”.

Maksudnya : Tertolak dan tidak masyru

Dan karena sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Waspadalah terhadap segala urusan yang diada-adakan, karena semua yang diada-adakan adalah bid’ah dan semua bid’ah sesat”.

Dan takbir jama’i diada-adakan, maka amalan ini bid’ah. Amalan manusia jika menyalahi syari’at, maka wajib diingkari. Karena ibadah bersifat tauqifiyyah. Yaitu ibadah itu tidak disyariatkan, kecuali yang tercakup dalam dalil Al-Kitab dan As-Sunnah. Adapun perkataan dan pendapat manusia, maka tidak ada nilai hujjahnya jika menyalahi dalil-dalil syar’i. Begitu juga al-mashlahah al-mursalah, ibadah tidak bisa ada dengan berpatokan padanya. Karena ibadah hanya ditetapkan dengan nash dari Al-Kitab dan As-Sunnah serta ijma’ yang qath’i.

Yang disyariatkan ialah setiap muslin bertakbir sesuai dengan cara yang masyru, yang sah berdasarkan dalil-dalil syar’i. Yaitu dengan cara sendiri-sendiri (masing-masing).

Takbir jama’i telah diingkari. Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Mufti Saudi rahimahullah telah melarang takbir jama’i. Beliau telah mengeluarkan fatwa larangan ini. Dan telah keluar dari saya sendiri lebih dari satu fatwa larangan takbir jama’i. Dan telah keluar fatwa larangan takbir jama’i dari Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa.

Syaikh Hammud bin Abdillah At-Tuwaijiri rahimahullah telah menyusun risalah yang sangat bagus tentang pengingkaran takbir jama’i dan pelarangannya risalah ini sudah dicetak dan tersebar. Dalam risalah itu terdapat dalil-dalil pelarangan takbir jama’i yang memadai serta memuaskan, Alhamdulillah

Adapun yang dijadikan hujjah oleh Syaikh Ahmad, yaitu perbuatan Umar Radhiyallahu ‘anhu dan orang-orang di Mina, maka tidak ada hujjah-nya. Karena amalan Umar Radhiyallahu ‘anhu dan amalan orang-orang di Mina bukan termasuk takbir jama’i, tetapi itu merupakan takbir yang masyru’. Yaitu karena Umar Radhiyallahu ‘anhu mengeraskan suaranya dengan takbir untuk mengamalkan sunah, dan untuk mengingatkan orang-orang terhadap sunnah ini, sehingga merekapun ikut bertakbir. Setiap orang bertakbir menurut keadaannya, dan tidak ada kebersamaan antara mereka dengan Umar Radhiyallahu ‘anhu untuk mengeraskan suara takbir dengan satu suara dari awal sampai akhir takbir seperti halnya cara orang-orang yang melakukan takbir jama’i pada zaman sekarang ini. Begitulah semua cara takbir yang diriwayatkan dari As-Salaf Ash-Shalih rahimahullah dalam semua takbir, seperti cara yang disyari’atkan. Barangsiapa yang mempunyai anggapan yang menyalahi cara tadi, maka ia wajib mendatangkan dalil.

Seperti itu juga hukum nida (panggilan/himbauan) untuk shalat Ied, shalat tarawih, qiyamullail atau witir. Semuanya bid’ah dan tidak ada asal (dalil)nya.

Dan telah sah dalam hadits-hadits shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau shalat Ied tanpa ada adzan dan tanpa iqamat. Sepengetahuan kami tidak ada ahlul ilmi yang mengatakan adanya nida (panggilan/himbauan) tertentu, sehingga ia wajib menunjukkan dalil. Dan hukum asalnya adalah “tidak ada”. Maka, seseorang tidak boleh mensyariatkan suatu ibadah berupa perkataan atau perbuatan, kecuali dengan dalil dari Kitab Al-Aziz atau dari As-Sunnah yang shahih, atau ijma ahlul ilmi –seperti yang sudah disebutkan. Karena umumnya dalil-dalil syar’i melarang bid’ah-bid’ah, serta memerintahkan untuk mewaspadainya. Diantaranya firman Allah.

“Artinya : Apakah mereka mempunyai sesembahan-sesembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dien yang tidak diizinkan oleh Allah?” [As-Syura : 21]

Termasuk diantara dalil-dalil ini ialah kedua hadits yang disebutkan tadi, termasuk sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak berlandaskan perintah kami, maka amalan itu ditolak”.

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam khutbah Jum’at.

“Artinya : Amma ba’du. Maka sesungguhnya sebaik-baik hadits adalah kitab Allah. Sebaik-baik ajaran adalah ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sesungguhnya sejahat-jahat urusan ialah yang diada-adakan, dan setiap bid’ah adalah sest”

Hadits-hadits serta atsar-atsar yang semakna dengan ini banyak.

Kepada Allah semata (kita) memohon, agar Dia menunjukkan kepada kami dan Syaikh Ahmad serta semua ikhwan kita untuk memahami dienNya. Serta tetap berpegang padanya. Dan semoga Dia mejadikan kita semua termasuk ke dalam golongan du’at yang menyerukan ajaran Allah dan membela kebenaran. Dan supaya Dia melindungi kita serta semua kaum muslimin dari segala sesuatu yang menyalahi syariatNya. Sesungguhnya Dia Maha Baik, lagi Maha Mulia.
Manhaj
Read More ..

Monday, September 14, 2009

Ucapan Hari Raya

UCAPAN SELAMAT PADA HARI IED


Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari





Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya maka beliau menjawab [1] :

"Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied :

Taqabbalallahu minnaa wa minkum

"Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian"

Dan ( Ahaalallahu 'alaika), dan sejenisnya, ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah untuk melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya, akan tetapi Imam Ahmad berkata : Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a'lam.[2]

Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[3] :

"Dalam "Al Mahamiliyat" dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata :

"Artinya : Para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)".

Ibnu Qudamah dalam "Al-Mughni" (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : "Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka

Imam Ahmad menyatakan : "Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)" [4]

Adapun ucapan selamat : (Kullu 'aamin wa antum bikhair) atau yang semisalnya seperti yang banyak dilakukan manusia, maka ini tertolak tidak diterima, bahkan termasuk perkara yang disinggung dalam firman Allah.

"Artinya : Apakah kalian ingin mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik.?"

Sumber: http://www.almanhaj.or.id/content/1177/slash/0 Read More ..

Friday, September 11, 2009

Samy kata: Tun M pakar dalam seni "memusnahkan timbalannya"


Samy Vellu bidas Dr M, selar Utusan

Malaysiakini- Sep 11, 09-5:24pm

Presiden MIC, Datuk S Samy Vellu membidas mantan Perdana Menteri, Tun Dr Mahathir Mohamad dan menyelar akhbar Utusan Malaysia milik Umno kerana mencampuri pemilihan parti itu.

Dalam wawancara eksklusif dengan Malaysiakini, beliau berkata Dr Mahathir merupakan pakar dalam seni "memusnahkan timbalannya".

Samy Vellu berkata, beliau hanya mempunyai seorang timbalan selama 25 tahun, tetapi Dr Mahathir mempunyai empat timbalan selama 22 tahun memegang jawatan.

"Apa yang berlaku kepada (Tun) Musa Hitam, apa yang berlaku kepada (Tun) Ghafar Baba dan apa yang terjadi kepada (Datuk Seri) Anwar Ibrahim... orang yang amat dipujinya?"

Ini merupakan pertama kali Samy Vellu mengkritik Mahathir secara terbuka walaupun mantan perdana menteri itu pernah membuat komen negatif terhadapnya sebelum ini.

Bagaimanapun, presiden MIC itu menegaskan bahawa beliau masih menganggap mantan perdana menteri itu sebagai seorang pemimpin agung dan amat menghormatinya.

Samy Vellu mengulas laporan dalam akhbar Tamil Makkal Osai semalam yang memetik Dr Mahathir menyuarakan sokongannya terhadap calon timbalan presiden MIC, Datuk S Subramaniam.

Mengenai Utusan, Samy Vellu melabel akhbar berbahasa Melayu itu sebagai satu penerbitan yang 'rasis' yang berlagak sebagai "abang-besar".

Utusan menyiarkan berita muka depan hari ini yang memetik beberapa penganalisa politik yang berpendapat Samy Vellu harus berhenti. Read More ..

Friday, August 28, 2009

Kurma MB Tganukite


Terengganu Belanja RM8.3 Juta Untuk Kurma Dan Air Zamzam

July 4, 2009 by alamakademik

KUALA TERENGGANU, 3 Julai (Bernama) — Kerajaan Negeri membelanjakan RM8.3 juta untuk membeli kurma dan air zam-zam untuk diagih kepada umat Islam di Terengganu pada bulan Ramadan ini.

Menteri Besar Datuk Ahmad Said berkata kerajaan merancang untuk mengagihkan 300,000 bungkus buah kurma dan air zam-zam itu kepada 300,000 buah rumah di seluruh negeri.

“Program agihan air zam-zam dan kurma ini akan dibuat pada minggu pertama atau kedua bulan puasa ini, dan semua umat Islam di negeri Terengganu akan menerimanya tanpa mengira fahaman politik mereka,” katanya di sini Jumaat.

Beliau berkata pengagihan akan dilaksanakan oleh pihak Jawatankuasa Keselamatan dan Kemajuan Kampung (JKKK) serta pejabat-pejabat Dewan Undangan Negeri.

Ahmad berkata kerajaan negeri sudah mengarahkan Pejabat Setiausaha Kerajaan supaya dapatkan senarai rumah-rumah termasuk taman-taman perumahan daripada JKKK bagi tujuan itu.

– BERNAMA
----------------------------------
Bulan Puasa ni Ustaz kata Setan kene ikat. Aku ingat Jin (JKKK) kene ikat sekali dengan setan....ooo tidak..
Apa yang memeranjatkan aku, JKKK sendiri yang hantar kat rumah aku. Kerana sudah 8 tahun hanya kirim melalui orang kedua..,aku rasa MB dah pesan camtu kot..
Boleh tahan tarbiyah MB pada JKKK ni. Inilah kali pertama rumah aku dimasuki anasir 'Gelombang BIru' sejak Deris jadi MB. Read More ..

Saturday, June 20, 2009

Artis Hollywood Pro/anti Israel

Apa kata mereka tentang Serangan Israel di Gaza...

Posted by NISA' PULAU PINANG

Kempen ganas Israel terhadap Gaza telah membuka mata semua orang di dunia. Tak terkecuali artis-artis Hollywood. Ada yang mengutuk namun juga ada yang menyokong. Namun kebanyakan dari mereka menyumpah Israel. Ramai dari mereka yang turun serta memberikan bantuan dan melakukan sesuatu tindakan, seperti pemuzik Michael Heart yang telah menciptakan lagu We Will Not Go Down, yang seluruh hasil penjualannya diserahkan kepada rakyat Palestin. Berikut adalah komentar artis-artis Hollywood atas pembantaian yang terjadi di Gaza.


“Orang Arab adalah sumber terorisme di dunia yang ada sekarang ini. Mereka menyerang orang tanpa menyisakan satu orang pun. Saya harap Israel menghancurkan mereka.” TOM CRUISE - (Mission Impossible, The Last Samurai)

*Satuumat : Orang gila ini beragama Sciencetology. Semoga negara-negara Islam memboikot filem-filemnya.

“Keduanya, baik Palestin ataupun Israel, salah. Mereka harus menghentikan perang ini.” WILL SMITH - (Ali, Men In Black)

*Satuumat : Boleh tahan le walaupun masih tak betul anggapannya. Maklumlah... cari makan.

“Bush, Sharon, Blair, dan Rice adalah nama-nama yang akan dikutuk sejarah sepanjang masa.” GEORGE CLOONEY - (Ocean's Eleven, Batman & Robin)

*Satuumat : Hidup Batman!

“Bangsa Arab dan orang Islam bukan teroris. Dunia harus bersatu melawan Israel.” ANGELINA JOLIE - (Lara Croft)

*Satuumat : Tak sia-sia Tuhan anugerahkan bibir tercantik kepadamu kerana sekurang-kurangnya engakau melafazkan kata-kata yang indah ini.


“Bangsa Arab hanya parasit untuk dunia ini, dan mereka harus ditumpas habis.” RICHARD GERE - (Pretty Woman)

*Satuumat : Kalau engkau mati ditembak oleh pengganas satu hari nanti, faham-faham sajalah.

“Kita selama ini hanya berkata dari sudut pandang yang mempunyai kekuatan, bagaimana kalau kita ada di posisi yang lemah?” SEAN CONNERY - (James Bond)

“Zionis adalah sumber kehancuran. Saya berharap saya dapat melawan mereka.” MELL GIBSON - (Lethal Weapon, Brave Heart)

*Satuumat : Sikapmu yang menentang kezaliman AS dan Britain sangat dihargai. Semoga Islam menjadi pilihanmu.

“Cuba pelajari sejenak sejarah Yahudi, maka Anda akan tahu, siapa yang sebenarnya teroris.” AL PACINO - (The Godfather)

*Satuumat : Bagus, engkau nampaknya seorang yang berpelajaran tinggi.

“Kemanusiaan akan dapat ditegakan di dunia jika negara Israel sudah berdiri.” DUSTIN HOFMAN - (Tootsie)

*Satuumat : Beginilah cakap-cakap orang tak ada pelajaran dan kesedaran.

“Kita sekarang hidup di zaman di mana yang kuat memakan yang lemah. Kita tak lebih baik daripada bangsa Arab.” RALPH FIENNES (Shakespeare In Love)

“Jika bangsa Arab kuat, mereka akan menghancurkan dunia. Maka sekarang, kita harus menghancurkan mereka.” KEANU REEVES - (Speed, Matrix)

*Satuumat : Ada betulnya juga kata-katamu ini jika yang ditujukan itu ialah kepada pemimpin-pemimpin Arab hari ini.

“Bangsa Arab lebih hina daripada binatang, dan kita Yahudi adalah bangsa terpilih. Tak ada lagi pertanyaan mengenai hal itu…” HARRISON FORD - (Indiana Jones, Air Force One)

*Satuumat- Yah, bangsamu memang dipilih untuk menjadi bahan bakar api neraka jahannam. Read More ..

Tuesday, June 9, 2009

SEMAKAN ARAH KIBLAT




SEMAKAN ARAH KIBLAT KETIKA MATAHARI TEPAT ATAS KAABAH

Pada 28 Mei 2009 jam 5.16 petang dan 16 Julai 2009 jam 5.28 petang mengikut Waktu Piawai Malaysia (WPM), umat Islam di negara ini berpeluang untuk menyemak arah kiblat di lokasi masing-masing. Berpandukan kepada analisis data matahari oleh Bahagian Penyelidikan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia, matahari akan berada tepat di atas Kaabah bagi tahun 2009 yang merupakan tahun lompat pada dua waktu tersebut menyebabkan semua bayang objek tegak akan menunjukkan arah kiblat. Mengikut astronomi, keadaan ini berlaku apabila deklinasi matahari adalah bersamaan dengan latitud Kaabah. Salah satu cara yang boleh digunakan adalah mendirikan tiang tegak di suatu kawasan lapang dan hujung bayang yang terhasil menghala ke pangkalnya pada waktu tersebut adalah arah kiblat. Umat Islam disaran memastikan jam yang digunapakai adalah tepat bagi kesempurnaan semakan.




SEMAKAN ARAH KIBLAT MELALUI KAEDAH ISTIWA’ MATAHARI DI KA’BAH 28 MEI ( kira-kira jam 5.16 petang ) & 16 JULAI (5.28 petang ) waktu Malaysia.

APAKAH ITU ISTIWA’ MATAHARI?

Istiwa utama matahari atau istiwa A’zam di Ka’bah merupakan fenomena di mana matahari akan berada tepat di titik zenit (ghayah) ketika istiwa.

Peristiwa ini akan berlaku dua kali dalam setahun, apabila nilai sudut istiwa matahari (mel syams) akan bersamaan dengan nilai latitud Mekah, di mana Ka’bah terletak.
Apabila istiwa utama matahari berlaku, bayang objek tegak di tempat lain akan menunujukkan arah ke Ka’bah. Fenomena ini merupakan kaedah tradisional falak untuk menyemak dan menentukan arah kiblat dari tempat-tempat lain di muka bumi.

PANDUAN MEMBUAT SEMAKAN ARAH KIBLAT :

1. Dirikan satu objek lurus seperti tiang sebaik-baiknya di tanah lapang.

2. Pastikan tiang tersebut tegak dan lurus. Bagi menyemak ketegakkannya boleh diletak tali yang diikat pemberat dihujung tiang berkenaan.

3. Tempat yang dipilih untuk tujuan ini tidak terlindung dari sinar matahari.

4. Penyemakan arah kiblat perlu dibuat tepat mengikut waktunya. Sila rujuk waktu SIRIM

PERANAN DAN TANGGUNGJAWAB

1. Setiap orang Islam digalakkan untuk melakukan semakan ketepatan arah kiblat di tempat kediaman dan ibadah masing-masing bagi mengesahkan ketepatan arah kiblat.

2. Setelah semakan di buat dan terdapat sebarang kesilapan, sila betulkan mengikut arah yang betul, dan hubungi Bahagian Falak Syarie, Jabatan Mufti Negeri Selangor.

3. Oleh kerana fenomena ini berlaku sebelah petang di Malaysia, bayang tiang akan jatuh ke arah timur. Dengan itu, arah kiblat ialah yang menghadap ke arah barat.

Sumber : Majlis Agama Islam Selangor
Maklumat tambahan :Wikipedia- Kiblat

Read More ..

Tuesday, June 2, 2009

Ranapnya Langit Hadhari




Kuala Terengganu 2 jun 2009, 9.45pagi.
Satu lagi Projek BN yang Tidak pernah dilihat, di dengar dan dipikir.

Read More ..