Saturday, August 16, 2008

Hadi: Anwar tak perlu bersumpah

walisongo - Hadi: Anwar tak perlu bersumpah

Hadi: Anwar tak perlu bersumpah
Dilulus terbit pada Saturday, August 16 @ 15:03:11 MYT oleh SongkokPutih
Artikel Oleh jebat88

" Presiden PAS, Datuk Seri Abdul Hadi Awang berkata, bersumpah menggunakan kitab suci bukan ajaran Islam sebaliknya merupakan amalan orang Kristian dan Yahudi.

Sehubungan itu, kata bekas menteri besar Terengganu itu, kes yang membabitkan zina dan liwat hendaklah dirujuk kepada undang-undang qazaf.


"Jika undang-undang qazaf tidak ada, kerajaan perlu membuat pindaan di Parlimen supaya ia boleh diadili melalui undang-undang Islam

"Rujuk kepada mahkamah syariah mengikut Akta 121 (1A) Perlembagaan Persekutuan iaitu kes untuk zina dan liwat," katanya.

Abdul Hadi berkata demikian ketika mengulas tindakan Mohd Saiful Bukhari Azlan bersumpah di Masjid Wilayah Persekutuan mendakwa beliau telah diliwat secara paksa oleh Datuk Seri Anwar Ibrahim.

Bagaimanapun, Abdul Hadi berkata, dalam Islam hanya ada lian iaitu sumpah antara pasangan suami isteri.

"Anwar dan Saiful bukan suami isteri dan dalam kes ini ia bukan sahaja tidak kena tetapi telah menunjukkan kebodohan umat Islam sendiri.

'Agenda politik kotor'

"Beliau (Saiful) menggunakan agama Islam jenama apa kerana ia tidak merupakan hak dalam Islam.

"Bagaimana Saiful bersumpah menggunakan Quran sedangkan dia tidak tahu isu kandungan kitab suci itu.

"Dia (Saiful) boleh buat apa sahaja tetapi kita tidak boleh dengar sebelah pihak sahaja," katanya.

Abdul Hadi sekali lagi mengulangi kes tersebut merupakan satu agenda politik yang kotor.

Beliau juga menegaskan PAS akan tetap membantu Anwar untuk memenangi pilihanraya kecil Parlimen Permatang Pauh 26 Ogos ini.

Katanya, dalam Islam seseorang tidak dianggap bersalah selagi ia tidak didapati bersalah.

"Oleh itu kita tidak mahu membuat hukuman awal seolah-olah Anwar telah bersalah.

"Apabila membenarkan Anwar bertanding dalam pilihanraya ia merupakan satu kaedah yang beliau tidak bersalah," katanya.

Abdul Hadi juga berkata, Anwar tidak perlu untuk melakukan sumpah laknat sepertimana yang dilakukan oleh Mohd Saiful untuk membersihkan namanya.

"Biarlah ia diputuskan oleh Mahkmah Syariah," katanya.

Dalam kenyataannya semalam, Saiful mencabar Anwar supaya melakukan sumpah laknat untuk membersihkan namanya.
TranungKite Online v7.0 - Hadi: Anwar tak perlu bersumpah



Saiful swears he was sodomised



Saiful swears he was sodomised
Read More ..

Wednesday, August 13, 2008

Ayat-Ayat Hitam Talmud

Ayat-Ayat Hitam TalmudJumat, 8 Peb 08 08:19 WIB

Talmud merupakan kitab suci kelompok Zionis-Yahudi di seluruh dunia. Seluruh tindak-tanduk Zionis-Israel mengacu pada ayat-ayat Talmudisme. Bahkan Texe Marrs, investigator independen Amerika yang telah menelusuri garis darah Dinasti Bush selama enam tahun, menemukan bukti bahwa keluarga besar Bush, termasuk Presiden AS George Walker Bush, merupakan sebuah keluarga yang sangat rajin mendaras dan mempelajari Talmud.


“Dinasti Bush adalah dinasti Yahudi dan mereka menjadikan Talmud sebagai kitab sucinya. Adalah salah besar menyangka mereka sebagai keluarga Kristiani. Mereka menunggangi kekristenan untuk menipu warga Kristen dunia. Padahal, mereka merupakan keluarga Talmudis yang taat, ” demikian Texe Marrs.

Kita tentu sudah banyak mendengar tentang Talmud. Namun belum banyak yang mengetahui apa saja ayat-ayatnya. Berikut kami tampilkan sejumlah ayat-ayat Talmud yang menjadi dasar segala tindakan kaum Zionis terhadap orang-orang non-Yahudi (Ghoyim atau Gentilles), dan darinya Anda akan bisa “memahami” mengapa kaum Zionis selalu saja mau menang sendiri, selalu mengkhianati perjanjian, dan sebagainya. Inilah ayat-ayat suci mereka:

“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

“Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)

“Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)

“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)

“Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)

“Di mana saja mereka (orang-orang Yahudi) dating, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)

“Terhadap seorang non Yahudi tidak menjadikan orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.” (Talmud IV/4/52b)

“Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82ab)

“Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)

“Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)

“Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)

“Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)

“Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.” (Babha Kama 113a)

“Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)

“Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)

“Orang Yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)

“Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) dating, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin 43b)

Inilah sebagian kecil dari ayat-ayat hitam Talmud. Inilah landasan ideologis kaum Zionis dalam hidupnya. Setiap hari Sabtu yang dianggap suci (Shabbath), mereka mendaras Talmud sepanjang hari dan mengkaji ayat-ayat di atas. Mereka menganggap Yahudi sebagai ras yang satu-satunya berhak disebut manusia. Sedangkan ras di luar Yahudi mereka anggap sebagai binatang, termasuk orang-orang liberalis yang malah melayani kepentingan kaum Zionis.(rizki)




Read More ..

Tuesday, August 12, 2008

Rahbar: Republik Islam Raih Keberhasilkan Yang Tak Terbayangkan

Saturday, 09 August 2008



Sample ImageRahbar
atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Khamenei dalam
pertemuan hari ini dengan para pejabat Departemen Luar Negeri, Duta
Besar dan Perwakilan Republik Islam Iran di luar negeri beserta
keluarga mereka, menjelaskan kondisi pemerintahan Islam di Iran yang
terus melangkah ke arah kemajuan dan apa yang harus dilakukan atau
dihindari serta keharusan bagi lembaga diplomasi negara untuk bersikap
cerdas, berani, dan komitmen. Rahbar mengatakan, "Departemen Luar
Negeri harus merefleksikan secara benar harkat dan kebesaran
pemerintahan Islam yang kian besar, dan memanfaatkannya untuk
kepentingan negara."

Seraya menyinggung tentang peluang dan tantangan
yang dihadapi lembaga diplomasi negara, Ayatollah Al-Udzma Khamenei
mengungkapkan, "Anggapan bahwa tidak adanya tantangan berarti
ketenangan dan menguntungkan adalah anggapan yang salah. Sebab, kancah
politik dunia berdiri di atas logika kekuatan, dan bagi pemerintahan
Islam dan rakyat Iran yang menginginkan kemerdekaan berpendapat dan
bergerak berdasarkan prinsipnya, keberadaan tantangan adalah hal yang
wajar dan menunjukkan adanya kemajuan bagi pemerintahan Islam."

Pemimpin
Besar Revolusi Islam menambahkan, "Meski menghadapi banyak tantangan
yang berat selama tiga puluh tahun, namun Republik Islam berhasil
meraih kemajuan yang sangat besar bahkan tidak terbayangkan."

Beliau
lebih lanjut menyebut persatuan nasional, loyalitas kepada prinsip dan
kemajuan dalam ilmu dan teknologi sebagai tiga rukun utama yang
mendukung kekuatan nasional dan menurut Rahbar, rakyat Iran telah
mencapai kemajuan besar di tiga hal tersebut. "Di dalam negeri,
persatuan nasional terwujud dalam bentuk yang sesungguhnya. Persatuan
ini terjalin di tengah rakyat, juga dalam hubungan antara rakyat dan
para pejabat negara. Persatuan seperti ini jarang ada tandingannya di
dunia," tegas beliau.

Ayatollah Al-Udzma Khamenei menyebut
loyalitas pemerintahan Islam yang semakin mengental kepada
prinsip-prinsip revolusi sebagai hal yang sangat penting dan faktor
yang melahirkan kebanggaan nasional dan kian mengokohnya semangat
bangsa. Beliau mengatakan, "Di bidang ilmu dan teknologi, telah lahir
gerakan keilmuan di negara ini. Sebagian kemajuan sains yang dicapai
negara ini hanya dimiliki oleh beberapa negara terbatas di dunia. Tak
hanya itu, masa yang ditempuh untuk meraih kemajuan ini sangat kecil
dibanding masa yang diperlukan untuk kemajuan sains yang serupa di
negara-negara lain."

Di bagian lain pembicaraannya, Rahbar
mengangkat masalah kian meluasnya pemikiran Islam di dunia dan
keunggulan ide perlawanan terhadap kaum imperialis di Lebanon dan
Palestina seraya menyebutnya sebagai contoh nyata dari keberhasilan
yang diraih pemerintahan Islam di tengah opini umum dan kian agungnya
bangsa Iran di mata dunia. Beliau mengatakan, "Hari ini ketika
berbicara tentang Iran, muncul sebutan ‘kekuatan kawasan' atau ‘adi
kuasa di kawasan', semua itu menunjukkan bahwa berkat loyalitas kepada
prinsip dan cita-citanya, pemerintahan Islam terus melangkah maju."

Pemimpin
Besar Revolusi Islam menekankan bahwa Departemen Luar Negeri harus
merefleksikan kemajuan dan kehormatan yang diraih bangsa Iran serta
memanfaatkannya untuk kepentingan bangsa dan negara. Beliau
menandaskan, "Untuk melaksanakan misi ini diperlukan gerakan yang
cerdas, berani, dan komitmen dari Departemen Luar Negeri. Para Duta
Besar yang berada di front terdepan di bidang diplomasi memikul tugas
yang sangat berat."

Lebih lanjut beliau mengingatkan bahwa para
pejabat di lembaga diplomasi dan kebijakan luar negeri harus
benar-benar meyakini prinsip dan dasar pemerintahan Islam serta gerak
langkah menuju kemajuan. Beliau mengatakan, "Salah satu masalah penting
terkait kebijakan luar negeri di pemerintahan Islam ini adalah
menjadikan masalah dunia Islam dan kepentingannya serta peran dan
kedudukan Republik Islam di dunia Islam sebagai prioritas kerjanya."

Rahbar
menyatakan bahwa dengan bersandar pada prinsipnya dan kemerdekaan serta
kehormatannya, rakyat Iran terus bergerak maju dan gerak maju ini tidak
bisa dihindari. Beliau mengingatkan, "Dalam melangkah jangan takut akan
ancaman dan bahaya, sebab gerak maju ini membawa kebaikan yang murni."

Mengenai
tugas utama Duta Besar Republik Islam di luar negeri, beliau menyatakan
bahwa Duta Besar harus menjalin hubungan dengan orang-orang yang
berpengaruh dan kalangan elit untuk menjelaskan pemikiran murni dan
sikap pemerintahan Islam. Beliau menambahkan, "Sebagai contoh, ide dan
prakarsa Republik Islam Iran dalam masalah Palestina. Prakarsa ini
adalah solusi yang paling logis dan ide yang paling kuat. Sebab Iran
meyakini bahwa nasib negeri Palestina harus ditentukan oleh rakyat asli
negeri itu, baik dari kalangan umat Muslim, Kristen maupun Yahudi. Lalu
silahkan dibentuk sebuah negara yang dilandasi pendapat rakyat
Palestina sendiri."

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut para
Duta Besar sebagai wakil bangsa Iran dan kepada para Duta Besar beliau
menegaskan, "Kalian adalah wakil bangsa yang selama delapan tahun
(perang) resisten dan tegar menghadapi seluruh kekuatan dunia, dan
berhasil keluar dari medan sebagai pemenang. Kalian adalah wakil bagi
masa depan cerah yang menanti bangsa Iran, yaitu dokumen program kerja
jangka panjang 20 tahun. Kalian harus berupaya untuk berjalan sesuai
dengan apa yang diamanatkan dalam dokumen tersebut."

Ayatollah
Al-Udzma Khamenei di bagian akhir pernyataannya menyebutkan bahwa
sebagian besar pegawai di Departemen Luar Negeri adalah tenaga yang
revolusioner, loyal dan berpengalaman. Selanjutnya beliau menekankan
agar dilakukan seleksi yang lebih teliti dalam memilih dan menyerahkan
tugas serta menghindari proses pemilihan yang semaunya atau didasarkan
pada unsur nepotisme. Beliau mengatakan, "Duta Besar dan Perwakilan
Republik Islam Iran harus tegas dalam merefleksikan keagungan dan
kebesaran Imam Khomeini. Wakil pemerintahan Islam harus loyal kepada
prinsip-prinsip yang diyakini bangsa Iran."

Di awal pertemuan
ini, Menteri Luar Negeri Manoucehr Mottaki membawakan laporan kerja
lembaga diplomasi negara selama setahun yang lalu, seraya mengatakan,
"Resistensi yang benar diiringi dengan logika dalam membela hak-hak
bangsa Iran, melewati semua krisis dan konspirasi regional dengan
kepala tegak, berpartisipasi dengan membawa pengaruh dalam setiap
pertemuan regional dan internasional, mengokohkan kedudukan bagi
pemikiran agama, mengupayakan penguatan posisi bagi lembaga-lembaga
multilateral di tingkat internasional, menggagalkan ancaman sanksi atas
rakyat Iran, menjalin hubungan dengan poros kerakyatan, dan memberikan
perhatian pada seksi kebudayaan dan masalah warga Iran di luar negeri,
adalah sebagian dari pekerjaan yang dilakukan lembaga diplomasi negara."

Read More ..

Friday, August 1, 2008

Mufti Perlis tegur Pak Lah letak kalungan bunga Tugu Peringatan

01-08-2008 06:42:21 PM
Oleh ZIEMAN

PETALING JAYA: Perbuatan bertafakur, meletakkan kalungan bunga atau tabik hormat yang dilakukan untuk Tugu Negara adalah bercanggah dengan prinsip-prinsip akidah Islam yang anti kepada sebarang unsur keberhalaan.

Mufti Perlis, Dr Asri Zainul Abidin membuat kenyataan ini ketika mengulas tentang istiadat meletak kalungan bunga di Tugu Peringatan Negara sempena sambutan Hari Pahlawan semalam yang dilakukan oleh Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi.

Abdullah memulakan upacara meletakkan kalungan bunga itu, diikuti Panglima Angkatan Tentera, Jeneral Tan Sri Abdul Aziz Zainal; Ketua Polis Negara, Tan Sri Musa Hassan; Panglima Tentera Darat, Jeneral Tan Sri Muhammad Ismail Jamaluddin; Panglima Tentera Laut, Laksamana Datuk Abdul Aziz Jaafar dan Panglima Tentera Udara, Jeneral Tan Sri Azizan Ariffin.

Terdahulu, Abdullah menerima tabik hormat dan memeriksa kawalan penghormatan membabitkan 103 anggota dan pegawai Askar Melayu Diraja.

“Perbuatan mana-mana individu muslim sama ada pemimpin atau rakyat yang meletakkan kalungan bunga, tabik hormat dan bertafakur yang dilakukan untuk Tugu Negara adalah bercanggah dengan prinsip-prinsip akidah Islam yang anti kepada sebarang unsur keberhalaan," jelas Dr Asri.

Kata beliau lagi, perbuatan seperti itu seakan menjadikan tugu berkenaan berhala yang dihormati.

"Sekiranya pun pelakunya tidak mempunyai sebarang iktikad bahawa itu semua memberi manfaat dan mudarat, maka perbuatan itu adalah sia-sia dan bodoh. Ia tetap haram kerana meniru perbuatan musyrikin," jelas Dr Asri.

Menurut Dr Asri, jika pelaku beriktikad itu memberikan kemanfaatan kepada keamanan, kedamaian ruh mereka yang telah meninggal dunia, maka itu adalah perbuatan syirik yang jelas.

"Akidah Islam menentang sebarang unsur keberhalaan. Pemimpin atau sesiapa sahaja yang terlibat dalam perbuatan ini hendaklah bertaubat kepada Allah dan kembali kepada akidah Islam yang sebenar," katanya.

Firman Allah: (maksudnya) “Dan demi sesungguhnya, Kami telah memberi kepada Ibrahim sebelum itu jalan yang benar (dalam bertauhid), dan Kami mengetahui akan halnya. Ketika dia berkata kepada bapanya dan kaumnya: “Apakah patung-patung ini yang kamu berdiri di hadapannya (memujanya)? Mereka menjawab: “Kami dapati datuk nenek kami selalu menyembahnya. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan datuk-nenek kamu adalah dalam kesesatan yang nyata”. (Surah al-Anbiya 50-54)”

Perbuatan menyempurnakan istiadat meletak kalungan bunga di Tugu Peringatan Negara ini juga difahamkan melanggar Fatwa Mufti (Edisi 2008).

Di bawah SubSeksyen 36(1) Enakmen Pentadbiran Undang-Undang Islam 1991 setelah diluluskan oleh Jawatankuasa Perundingan Hukum Syarak mengikut SubSeksyen 39(6) Enakmen menyatakan, " Meletakkan kalungan bunga di Tugu Negara sempena upacara sambutan Hari Pahlawan dan upacara-upacara lain adalah haram dan hendaklah ditinggalkan"


Technorati Tags:
Read More ..

Saturday, July 26, 2008

Obama Apa Harapan Keamanan

War & Jihad Swaramuslim
Obama Sulit Bersikap Adil terhadap Palestina



Katagori : Laporan

Oleh : Redaksi 24 Jul, 08 - 4:30 pm




Obama Pertegas Loyalitas pada Israel

Keraguan
umat Islam terhadap Calon Presiden AS Barack Obama dapat menyelesaikan
masalah Palestina secara adil dan menyeluruh semakin terbukti, apalagi
berharap Obama akan mampu menghentikan kekejaman tentara Israel
terhadap bangsa Palestina, menjadi suatu hal hampir mustahil.



Menurut laporan koresponden Al Jazeera di Ramallah, kunjungannya ke
Israel dan Palestina yang dimulai Rabu (23/7) dijadwalkan akan
berlangsung selama 36 jam. Sekitar 35 jam dialokasikan untuk pertemuan
dengan sejumlah petinggi Israel, seperti PM Ehud Olmert, Menhan Ehud
Barak, Presiden Shimon Perez, Benyamin Netanyahu serta pertemuan dengan
komunitas yahudi, disamping mengunjungi Museum Holocaust dan Tembok
Ratapan.



Sementara, hanya sekitar 40 menit saja dialokasikan dari waktu
kunjungannya untuk bertemu dengan pemimpin Palestina. Itupun hanya
Presiden Mahmoud Abbas dan PM Salam Fayedh di Ramallah. Sementara para
pemimpin Palestina dari Hamas tidak ada dalam agenda kunjungannya,
karena dianggap sebagai pemimpin kelompok teroris.



Koresponden Al Jazeera, mengatakan Obama diperkirakan tidak akan
mengeluarkan statemen penting terkait dengan Palestina, namun yang
lebih ia fokuskan adalah masalah perlunya dilakukan pencegahan agar
Iran tidak memiliki rudal-rudal yang mampu mengancam keamanan Israel.



Obama bahkan secara terbuka ketika menanggapi ledakan bom di Jerusalem
pada Selasa (22/7) mengatakan bahwa AS mendukung Israel. “AS akan tetap
mendukung Israel dalam perangnya melawan terorisme dan haknya untuk
mempertahankan diri dari aksi-aksi teror,” ujarnya.



Obama
juga mengikuti tradisi politik AS yakni akan selalu tunduk kepada
Yahudi dan siap membela negara Zionis Israel. New York Sun Editorial di
awal tahun 2008 ini mengungkap bagaimana sikap Obama terhadap Israel.



“Saya memiliki komitmen yang jelas dan kuat atas keamanan Israel sekutu
terkuat kita di wilayah itu dan satu-satunya di wilayah itu negara
dengan demokrasi yang mapan. Dan itu akan menjadi titik awal saya,”
ujarnya.



Obama juga mengatakan jika dia menjadi presiden Amerika maka negaranya
akan membantu Israel. Hal ini dikatakan Obama kepada Dewan Demokrasi
Yahudi Nasional (The National Jewish Democratic Council/NDJT) bulan
Februari 2007.



“Mereka yang telah bekerja dengan saya di Chicago pada Dewan dan
sekarang ada di Senat AS akan menyaksikan bahwa saya bukan cuma omong
besar, saya akan melakukan apapun jika menyangkut keamanan Israel. Saya
pikir ini hal yang fundamental. Saya kira ini menyangkut kepentingan AS
kerena hubungan kami yang istimewa, karena Israel tidak hanya telah
membangun demokrasi di wilayah itu tapi juga merupakan sekutu terdekat
dan loyal kepada kita,” kata Obama lagi.



Kandidat Presiden dari Partai Demokrat ini mengatakan dia akan
melakukan apapun semampunya untuk menjamin keamanan Israel dan
melindungi hubungan yang ada antara Amerika Serikat dan Israel. “Saya
berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa
dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel tapi
juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan
banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” kata Obama dalam sebuah acara
yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk
menghormati hari jadi negara Israel yang ke-60. Dia diperkenalkan oleh
duta besar Israel kepada AS, Sallai Meridor



Sikapnya terhadap Hamas juga tidak berbeda dengan presiden Bush. “Saya
sudah mengatakan bahwa mereka adalah organisasi teroris, yang tidak
boleh kita ajak negosiasi kecuali jika mereka mengakui Israel,
meninggalkan kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian
sebelumnya antara Palestina dan Israel,” tandasnya.



Walhasil, umat Islam tidak perlu berharap Obama akan bersikap lebih
adil kepada umat Islam terutama kaum muslim Palestina. Tidak perlu juga
berharap Obama akan menghentikan Israel membantai umat Islam di
Palestina, karena sikap politik AS sudah jelas, siapapun yang menjadi
presiden AS tetap mendukung kepentingan Yahudi dan menjamin keamanan
negara Israel. [syarif/alj/www.suara-islam.com]



U.S. Democratic presidential contender Sen. Barack Obama, D-Ill., ...U.S. Democratic presidential contender Sen. Barack Obama, D-Ill., ...U.S. Democratic presidential contender Sen. Barack Obama, D-Ill., ...US Democratic presidential candidate Senator Barack Obama (D-IL) ...

Yahoo Foto




Obama Pertegas Loyalitas pada Israel

Capres
AS dari Partai Demokrat, Barack Obama mengakhiri kunjungannya di
Palestina dan Israel. Dalam jumpa persnya setelah berkunjung ke
pemukiman Yahudi Sdreot, Selatan Israel pada Kamis (24/7), Barrack
Obama kembali menunjukan loyalitas dan kesetiaannya terhadap negara
zionis Israel. Dalam jumpa pers tersebut, dia mengatakan jika dirinya
terpilih menjadi presiden AS, akan tetap mendukung Jerusalem sebagai
ibukota abadi bagi Israel. Obama juga berjanji akan memberi dukungan
yang kuat bagi eksistensi dan keamanan Israel.



Obama akan tetap mengikuti kebijakan politik para pendahulunya yang
tidak mengakui eksistensi HAMAS dan dia tidak mau berunding dengan
kelompok perlawanan Palestina ini. “Sulit bagi Israel untuk berunding
dengan sekelompok orang yang tidak mau mengakui eksistensi Israel,”
kata Obama dalam jumpa pers tersebut. “Hamas bukan representasi dari
rakyat Palestina,” imbuhnya.



Obama juga menyempatkan diri untuk mengunjungi museum korban Holocoust
di Jerusalem. Dalam kesempatan tersebut, Obama meletakan karangan bunga
sebagai ungkapan belasungkawa terhadap para korban.



Berbeda ketika bertemu dengan para pemimpin Palestina, Barrack Obama
tidak memberikan pernyataan pers apapun setelah bertemu Presiden
Palestina, Mahmoud Abbas dan PM Salem Fayyad di Ramallah. Namun Jubir
Kepresidenan Palestina, Nabel Abu Redenah mengatakan bahwa Obama dalam
pembicaraan itu hanya berjanji bahwa jika dirinya terpilih menjadi
Presiden, maka akan berupaya secara maksimal untuk menggerakan proses
perdamaian Palestina- Israel.



Menanggapi berbagai statemen Obama tersebut, Juru bicara HAMAS, Dr.
Samy Abu Zuhri menyatakan statemen Obama merupakan bukti bahwa
kebijakan politik AS terkait masalah Palestina tidak akan ada perubahan
dan selalu memihak Israel. HAMAS juga memprotes Obama yang dinilai
mengesampingkan hak-hak dasar bangsa Palestina untuk melakukan
perlawanan



Hal senada juga disampaikan seorang pemimpin HAMAS, Ismail Ridwan yang
mengatakan Obama melakukan standar ganda dalam menyikapi masalah
Palestina. Menurutnya, pernyataan Obama menunjukan sikap politik AS
akan tetap memihak Israel dan mengesampingkan hak-hak rakyat Palestina.
[syarif/alj/www.suara-islam.com]



Barack Obama at the Wailing WallSenator Barack Obama walks into the Hall of Remembrance at Yad Vashem Holocaust memorialBarack Obama rekindles the eternal flame in the Hall of Remebrance at the Yad Vashem Holocaust Memorial in Jerusalem

Obama Mengunjung Wailing Wall (Tembok Ratapan)

Read More ..

Friday, July 18, 2008

Dimanakah adab seorang Ulama?

UMNO bawa ulama Azhar - Dimanakah adab seorang Ulama?

Dilulus terbit pada Sunday, February 17 @ 23:41:12 MYT oleh SongkokPutih


Fikir Sejenak
Oleh M.N.I.
(Ubahsuai oleh WM)

 Dalam
kempen ini, UMNO akan menggunakan apa sahaja untuk menang, rasuah, ugut
dan paling licik menggunakan agama untuk mengelirukan rakyat terutama
yang buta fikiran.

Baru-baru ini majlis perasmian Multaqa
Sedunia Alumni Al-Azhar 2008, Syeikhul Al-Azhar, Dr. Muhammed Sayyid
Tantawi telah dipergunakan. Allah Maha Besar dan Bijaksana dan
meastikan setiap perkara yang tidak baik untuk agamaNya pastikan akan
di'nyah'kan dengan satu kehinaan.

LIHAT GAMBAR DENGAN LEBIH JELAS - KLIK gambar


Read More ..

PAS menyelar tindakan terhadap Presiden Sudan

TranungKite Online v7.0 - PAS menyelar tindakan terhadap Presiden Sudan
PAS menyelar tindakan terhadap Presiden Sudan
Dilulus terbit pada Wednesday, July 16 @ 12:20:00 MYT oleh SongkokPutih

Kenyataan Media Oleh DS TG Haji Abdul Hadi

Keputusan Ketua Mahkamah Jenayah Antarabangsa (ICC) dalam mengeluarkan waran tangkap bagi membicarakan Presiden Sudan, Omar al Bashir atas dakwaan pembunuhan kaum, jenayah terhadap kemanusiaan dan jenayah perang di Wilayah Darfur dilihat oleh PAS sebagai suatu tindakan yang "bias" dan lebih didorong oleh semangat penjajahan yang sepatutnya telah lenyap diabad ini.


Mahkamah tersebut dilihat membuat keputusan tanpa mengambil kira penglibatan dan campurtangan Barat kerana kepentingan mereka di wilayah tersebut yang langsung tidak menghormati kedaulatan dan kemerdekaan negara Sudan.



Dalam hal ini negara-negara Barat seolah memejamkan mata mereka terhadap jenayah perang yang dilakukan secara terang-terangan termasuklah pembunuhan orang-orang awam oleh Amerika Syarikat dan sekutu-sekutunya di Iraq, Afghanistan, Somalia dan begitu juga oleh Israel terhadap rakyat Palestin yang tidak berdosa.



Bagaimana mahkamah ini diharapkan memberikan keadilan sedangkan Amerika Syarikat dan beberapa negara kuasa besar dunia enggan menandatangani perjanjian mengiktiraf mahkamah antarabangsa yang berpusat di The Hague itu?



Bagi PAS agenda jahat Barat ini sesungguhnya bukan hanya menyentuh dan mencabar rakyat Sudan malah ianya turut menyentuh dan mencabar semua umat Islam seluruh dunia.



4 Julai, 2008

DATO' SERI TUAN GURU HJ ABD. HADI AWANG

Presiden

Parti Islam Se Malaysia (PAS)
Read More ..