Tuesday, August 12, 2008

Rahbar: Republik Islam Raih Keberhasilkan Yang Tak Terbayangkan

Saturday, 09 August 2008



Sample ImageRahbar
atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Khamenei dalam
pertemuan hari ini dengan para pejabat Departemen Luar Negeri, Duta
Besar dan Perwakilan Republik Islam Iran di luar negeri beserta
keluarga mereka, menjelaskan kondisi pemerintahan Islam di Iran yang
terus melangkah ke arah kemajuan dan apa yang harus dilakukan atau
dihindari serta keharusan bagi lembaga diplomasi negara untuk bersikap
cerdas, berani, dan komitmen. Rahbar mengatakan, "Departemen Luar
Negeri harus merefleksikan secara benar harkat dan kebesaran
pemerintahan Islam yang kian besar, dan memanfaatkannya untuk
kepentingan negara."

Seraya menyinggung tentang peluang dan tantangan
yang dihadapi lembaga diplomasi negara, Ayatollah Al-Udzma Khamenei
mengungkapkan, "Anggapan bahwa tidak adanya tantangan berarti
ketenangan dan menguntungkan adalah anggapan yang salah. Sebab, kancah
politik dunia berdiri di atas logika kekuatan, dan bagi pemerintahan
Islam dan rakyat Iran yang menginginkan kemerdekaan berpendapat dan
bergerak berdasarkan prinsipnya, keberadaan tantangan adalah hal yang
wajar dan menunjukkan adanya kemajuan bagi pemerintahan Islam."

Pemimpin
Besar Revolusi Islam menambahkan, "Meski menghadapi banyak tantangan
yang berat selama tiga puluh tahun, namun Republik Islam berhasil
meraih kemajuan yang sangat besar bahkan tidak terbayangkan."

Beliau
lebih lanjut menyebut persatuan nasional, loyalitas kepada prinsip dan
kemajuan dalam ilmu dan teknologi sebagai tiga rukun utama yang
mendukung kekuatan nasional dan menurut Rahbar, rakyat Iran telah
mencapai kemajuan besar di tiga hal tersebut. "Di dalam negeri,
persatuan nasional terwujud dalam bentuk yang sesungguhnya. Persatuan
ini terjalin di tengah rakyat, juga dalam hubungan antara rakyat dan
para pejabat negara. Persatuan seperti ini jarang ada tandingannya di
dunia," tegas beliau.

Ayatollah Al-Udzma Khamenei menyebut
loyalitas pemerintahan Islam yang semakin mengental kepada
prinsip-prinsip revolusi sebagai hal yang sangat penting dan faktor
yang melahirkan kebanggaan nasional dan kian mengokohnya semangat
bangsa. Beliau mengatakan, "Di bidang ilmu dan teknologi, telah lahir
gerakan keilmuan di negara ini. Sebagian kemajuan sains yang dicapai
negara ini hanya dimiliki oleh beberapa negara terbatas di dunia. Tak
hanya itu, masa yang ditempuh untuk meraih kemajuan ini sangat kecil
dibanding masa yang diperlukan untuk kemajuan sains yang serupa di
negara-negara lain."

Di bagian lain pembicaraannya, Rahbar
mengangkat masalah kian meluasnya pemikiran Islam di dunia dan
keunggulan ide perlawanan terhadap kaum imperialis di Lebanon dan
Palestina seraya menyebutnya sebagai contoh nyata dari keberhasilan
yang diraih pemerintahan Islam di tengah opini umum dan kian agungnya
bangsa Iran di mata dunia. Beliau mengatakan, "Hari ini ketika
berbicara tentang Iran, muncul sebutan ‘kekuatan kawasan' atau ‘adi
kuasa di kawasan', semua itu menunjukkan bahwa berkat loyalitas kepada
prinsip dan cita-citanya, pemerintahan Islam terus melangkah maju."

Pemimpin
Besar Revolusi Islam menekankan bahwa Departemen Luar Negeri harus
merefleksikan kemajuan dan kehormatan yang diraih bangsa Iran serta
memanfaatkannya untuk kepentingan bangsa dan negara. Beliau
menandaskan, "Untuk melaksanakan misi ini diperlukan gerakan yang
cerdas, berani, dan komitmen dari Departemen Luar Negeri. Para Duta
Besar yang berada di front terdepan di bidang diplomasi memikul tugas
yang sangat berat."

Lebih lanjut beliau mengingatkan bahwa para
pejabat di lembaga diplomasi dan kebijakan luar negeri harus
benar-benar meyakini prinsip dan dasar pemerintahan Islam serta gerak
langkah menuju kemajuan. Beliau mengatakan, "Salah satu masalah penting
terkait kebijakan luar negeri di pemerintahan Islam ini adalah
menjadikan masalah dunia Islam dan kepentingannya serta peran dan
kedudukan Republik Islam di dunia Islam sebagai prioritas kerjanya."

Rahbar
menyatakan bahwa dengan bersandar pada prinsipnya dan kemerdekaan serta
kehormatannya, rakyat Iran terus bergerak maju dan gerak maju ini tidak
bisa dihindari. Beliau mengingatkan, "Dalam melangkah jangan takut akan
ancaman dan bahaya, sebab gerak maju ini membawa kebaikan yang murni."

Mengenai
tugas utama Duta Besar Republik Islam di luar negeri, beliau menyatakan
bahwa Duta Besar harus menjalin hubungan dengan orang-orang yang
berpengaruh dan kalangan elit untuk menjelaskan pemikiran murni dan
sikap pemerintahan Islam. Beliau menambahkan, "Sebagai contoh, ide dan
prakarsa Republik Islam Iran dalam masalah Palestina. Prakarsa ini
adalah solusi yang paling logis dan ide yang paling kuat. Sebab Iran
meyakini bahwa nasib negeri Palestina harus ditentukan oleh rakyat asli
negeri itu, baik dari kalangan umat Muslim, Kristen maupun Yahudi. Lalu
silahkan dibentuk sebuah negara yang dilandasi pendapat rakyat
Palestina sendiri."

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut para
Duta Besar sebagai wakil bangsa Iran dan kepada para Duta Besar beliau
menegaskan, "Kalian adalah wakil bangsa yang selama delapan tahun
(perang) resisten dan tegar menghadapi seluruh kekuatan dunia, dan
berhasil keluar dari medan sebagai pemenang. Kalian adalah wakil bagi
masa depan cerah yang menanti bangsa Iran, yaitu dokumen program kerja
jangka panjang 20 tahun. Kalian harus berupaya untuk berjalan sesuai
dengan apa yang diamanatkan dalam dokumen tersebut."

Ayatollah
Al-Udzma Khamenei di bagian akhir pernyataannya menyebutkan bahwa
sebagian besar pegawai di Departemen Luar Negeri adalah tenaga yang
revolusioner, loyal dan berpengalaman. Selanjutnya beliau menekankan
agar dilakukan seleksi yang lebih teliti dalam memilih dan menyerahkan
tugas serta menghindari proses pemilihan yang semaunya atau didasarkan
pada unsur nepotisme. Beliau mengatakan, "Duta Besar dan Perwakilan
Republik Islam Iran harus tegas dalam merefleksikan keagungan dan
kebesaran Imam Khomeini. Wakil pemerintahan Islam harus loyal kepada
prinsip-prinsip yang diyakini bangsa Iran."

Di awal pertemuan
ini, Menteri Luar Negeri Manoucehr Mottaki membawakan laporan kerja
lembaga diplomasi negara selama setahun yang lalu, seraya mengatakan,
"Resistensi yang benar diiringi dengan logika dalam membela hak-hak
bangsa Iran, melewati semua krisis dan konspirasi regional dengan
kepala tegak, berpartisipasi dengan membawa pengaruh dalam setiap
pertemuan regional dan internasional, mengokohkan kedudukan bagi
pemikiran agama, mengupayakan penguatan posisi bagi lembaga-lembaga
multilateral di tingkat internasional, menggagalkan ancaman sanksi atas
rakyat Iran, menjalin hubungan dengan poros kerakyatan, dan memberikan
perhatian pada seksi kebudayaan dan masalah warga Iran di luar negeri,
adalah sebagian dari pekerjaan yang dilakukan lembaga diplomasi negara."

Read More ..

Friday, August 1, 2008

Mufti Perlis tegur Pak Lah letak kalungan bunga Tugu Peringatan

01-08-2008 06:42:21 PM
Oleh ZIEMAN

PETALING JAYA: Perbuatan bertafakur, meletakkan kalungan bunga atau tabik hormat yang dilakukan untuk Tugu Negara adalah bercanggah dengan prinsip-prinsip akidah Islam yang anti kepada sebarang unsur keberhalaan.

Mufti Perlis, Dr Asri Zainul Abidin membuat kenyataan ini ketika mengulas tentang istiadat meletak kalungan bunga di Tugu Peringatan Negara sempena sambutan Hari Pahlawan semalam yang dilakukan oleh Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi.

Abdullah memulakan upacara meletakkan kalungan bunga itu, diikuti Panglima Angkatan Tentera, Jeneral Tan Sri Abdul Aziz Zainal; Ketua Polis Negara, Tan Sri Musa Hassan; Panglima Tentera Darat, Jeneral Tan Sri Muhammad Ismail Jamaluddin; Panglima Tentera Laut, Laksamana Datuk Abdul Aziz Jaafar dan Panglima Tentera Udara, Jeneral Tan Sri Azizan Ariffin.

Terdahulu, Abdullah menerima tabik hormat dan memeriksa kawalan penghormatan membabitkan 103 anggota dan pegawai Askar Melayu Diraja.

“Perbuatan mana-mana individu muslim sama ada pemimpin atau rakyat yang meletakkan kalungan bunga, tabik hormat dan bertafakur yang dilakukan untuk Tugu Negara adalah bercanggah dengan prinsip-prinsip akidah Islam yang anti kepada sebarang unsur keberhalaan," jelas Dr Asri.

Kata beliau lagi, perbuatan seperti itu seakan menjadikan tugu berkenaan berhala yang dihormati.

"Sekiranya pun pelakunya tidak mempunyai sebarang iktikad bahawa itu semua memberi manfaat dan mudarat, maka perbuatan itu adalah sia-sia dan bodoh. Ia tetap haram kerana meniru perbuatan musyrikin," jelas Dr Asri.

Menurut Dr Asri, jika pelaku beriktikad itu memberikan kemanfaatan kepada keamanan, kedamaian ruh mereka yang telah meninggal dunia, maka itu adalah perbuatan syirik yang jelas.

"Akidah Islam menentang sebarang unsur keberhalaan. Pemimpin atau sesiapa sahaja yang terlibat dalam perbuatan ini hendaklah bertaubat kepada Allah dan kembali kepada akidah Islam yang sebenar," katanya.

Firman Allah: (maksudnya) “Dan demi sesungguhnya, Kami telah memberi kepada Ibrahim sebelum itu jalan yang benar (dalam bertauhid), dan Kami mengetahui akan halnya. Ketika dia berkata kepada bapanya dan kaumnya: “Apakah patung-patung ini yang kamu berdiri di hadapannya (memujanya)? Mereka menjawab: “Kami dapati datuk nenek kami selalu menyembahnya. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan datuk-nenek kamu adalah dalam kesesatan yang nyata”. (Surah al-Anbiya 50-54)”

Perbuatan menyempurnakan istiadat meletak kalungan bunga di Tugu Peringatan Negara ini juga difahamkan melanggar Fatwa Mufti (Edisi 2008).

Di bawah SubSeksyen 36(1) Enakmen Pentadbiran Undang-Undang Islam 1991 setelah diluluskan oleh Jawatankuasa Perundingan Hukum Syarak mengikut SubSeksyen 39(6) Enakmen menyatakan, " Meletakkan kalungan bunga di Tugu Negara sempena upacara sambutan Hari Pahlawan dan upacara-upacara lain adalah haram dan hendaklah ditinggalkan"


Technorati Tags:
Read More ..

Saturday, July 26, 2008

Obama Apa Harapan Keamanan

War & Jihad Swaramuslim
Obama Sulit Bersikap Adil terhadap Palestina



Katagori : Laporan

Oleh : Redaksi 24 Jul, 08 - 4:30 pm




Obama Pertegas Loyalitas pada Israel

Keraguan
umat Islam terhadap Calon Presiden AS Barack Obama dapat menyelesaikan
masalah Palestina secara adil dan menyeluruh semakin terbukti, apalagi
berharap Obama akan mampu menghentikan kekejaman tentara Israel
terhadap bangsa Palestina, menjadi suatu hal hampir mustahil.



Menurut laporan koresponden Al Jazeera di Ramallah, kunjungannya ke
Israel dan Palestina yang dimulai Rabu (23/7) dijadwalkan akan
berlangsung selama 36 jam. Sekitar 35 jam dialokasikan untuk pertemuan
dengan sejumlah petinggi Israel, seperti PM Ehud Olmert, Menhan Ehud
Barak, Presiden Shimon Perez, Benyamin Netanyahu serta pertemuan dengan
komunitas yahudi, disamping mengunjungi Museum Holocaust dan Tembok
Ratapan.



Sementara, hanya sekitar 40 menit saja dialokasikan dari waktu
kunjungannya untuk bertemu dengan pemimpin Palestina. Itupun hanya
Presiden Mahmoud Abbas dan PM Salam Fayedh di Ramallah. Sementara para
pemimpin Palestina dari Hamas tidak ada dalam agenda kunjungannya,
karena dianggap sebagai pemimpin kelompok teroris.



Koresponden Al Jazeera, mengatakan Obama diperkirakan tidak akan
mengeluarkan statemen penting terkait dengan Palestina, namun yang
lebih ia fokuskan adalah masalah perlunya dilakukan pencegahan agar
Iran tidak memiliki rudal-rudal yang mampu mengancam keamanan Israel.



Obama bahkan secara terbuka ketika menanggapi ledakan bom di Jerusalem
pada Selasa (22/7) mengatakan bahwa AS mendukung Israel. “AS akan tetap
mendukung Israel dalam perangnya melawan terorisme dan haknya untuk
mempertahankan diri dari aksi-aksi teror,” ujarnya.



Obama
juga mengikuti tradisi politik AS yakni akan selalu tunduk kepada
Yahudi dan siap membela negara Zionis Israel. New York Sun Editorial di
awal tahun 2008 ini mengungkap bagaimana sikap Obama terhadap Israel.



“Saya memiliki komitmen yang jelas dan kuat atas keamanan Israel sekutu
terkuat kita di wilayah itu dan satu-satunya di wilayah itu negara
dengan demokrasi yang mapan. Dan itu akan menjadi titik awal saya,”
ujarnya.



Obama juga mengatakan jika dia menjadi presiden Amerika maka negaranya
akan membantu Israel. Hal ini dikatakan Obama kepada Dewan Demokrasi
Yahudi Nasional (The National Jewish Democratic Council/NDJT) bulan
Februari 2007.



“Mereka yang telah bekerja dengan saya di Chicago pada Dewan dan
sekarang ada di Senat AS akan menyaksikan bahwa saya bukan cuma omong
besar, saya akan melakukan apapun jika menyangkut keamanan Israel. Saya
pikir ini hal yang fundamental. Saya kira ini menyangkut kepentingan AS
kerena hubungan kami yang istimewa, karena Israel tidak hanya telah
membangun demokrasi di wilayah itu tapi juga merupakan sekutu terdekat
dan loyal kepada kita,” kata Obama lagi.



Kandidat Presiden dari Partai Demokrat ini mengatakan dia akan
melakukan apapun semampunya untuk menjamin keamanan Israel dan
melindungi hubungan yang ada antara Amerika Serikat dan Israel. “Saya
berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa
dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel tapi
juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan
banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” kata Obama dalam sebuah acara
yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk
menghormati hari jadi negara Israel yang ke-60. Dia diperkenalkan oleh
duta besar Israel kepada AS, Sallai Meridor



Sikapnya terhadap Hamas juga tidak berbeda dengan presiden Bush. “Saya
sudah mengatakan bahwa mereka adalah organisasi teroris, yang tidak
boleh kita ajak negosiasi kecuali jika mereka mengakui Israel,
meninggalkan kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian
sebelumnya antara Palestina dan Israel,” tandasnya.



Walhasil, umat Islam tidak perlu berharap Obama akan bersikap lebih
adil kepada umat Islam terutama kaum muslim Palestina. Tidak perlu juga
berharap Obama akan menghentikan Israel membantai umat Islam di
Palestina, karena sikap politik AS sudah jelas, siapapun yang menjadi
presiden AS tetap mendukung kepentingan Yahudi dan menjamin keamanan
negara Israel. [syarif/alj/www.suara-islam.com]



U.S. Democratic presidential contender Sen. Barack Obama, D-Ill., ...U.S. Democratic presidential contender Sen. Barack Obama, D-Ill., ...U.S. Democratic presidential contender Sen. Barack Obama, D-Ill., ...US Democratic presidential candidate Senator Barack Obama (D-IL) ...

Yahoo Foto




Obama Pertegas Loyalitas pada Israel

Capres
AS dari Partai Demokrat, Barack Obama mengakhiri kunjungannya di
Palestina dan Israel. Dalam jumpa persnya setelah berkunjung ke
pemukiman Yahudi Sdreot, Selatan Israel pada Kamis (24/7), Barrack
Obama kembali menunjukan loyalitas dan kesetiaannya terhadap negara
zionis Israel. Dalam jumpa pers tersebut, dia mengatakan jika dirinya
terpilih menjadi presiden AS, akan tetap mendukung Jerusalem sebagai
ibukota abadi bagi Israel. Obama juga berjanji akan memberi dukungan
yang kuat bagi eksistensi dan keamanan Israel.



Obama akan tetap mengikuti kebijakan politik para pendahulunya yang
tidak mengakui eksistensi HAMAS dan dia tidak mau berunding dengan
kelompok perlawanan Palestina ini. “Sulit bagi Israel untuk berunding
dengan sekelompok orang yang tidak mau mengakui eksistensi Israel,”
kata Obama dalam jumpa pers tersebut. “Hamas bukan representasi dari
rakyat Palestina,” imbuhnya.



Obama juga menyempatkan diri untuk mengunjungi museum korban Holocoust
di Jerusalem. Dalam kesempatan tersebut, Obama meletakan karangan bunga
sebagai ungkapan belasungkawa terhadap para korban.



Berbeda ketika bertemu dengan para pemimpin Palestina, Barrack Obama
tidak memberikan pernyataan pers apapun setelah bertemu Presiden
Palestina, Mahmoud Abbas dan PM Salem Fayyad di Ramallah. Namun Jubir
Kepresidenan Palestina, Nabel Abu Redenah mengatakan bahwa Obama dalam
pembicaraan itu hanya berjanji bahwa jika dirinya terpilih menjadi
Presiden, maka akan berupaya secara maksimal untuk menggerakan proses
perdamaian Palestina- Israel.



Menanggapi berbagai statemen Obama tersebut, Juru bicara HAMAS, Dr.
Samy Abu Zuhri menyatakan statemen Obama merupakan bukti bahwa
kebijakan politik AS terkait masalah Palestina tidak akan ada perubahan
dan selalu memihak Israel. HAMAS juga memprotes Obama yang dinilai
mengesampingkan hak-hak dasar bangsa Palestina untuk melakukan
perlawanan



Hal senada juga disampaikan seorang pemimpin HAMAS, Ismail Ridwan yang
mengatakan Obama melakukan standar ganda dalam menyikapi masalah
Palestina. Menurutnya, pernyataan Obama menunjukan sikap politik AS
akan tetap memihak Israel dan mengesampingkan hak-hak rakyat Palestina.
[syarif/alj/www.suara-islam.com]



Barack Obama at the Wailing WallSenator Barack Obama walks into the Hall of Remembrance at Yad Vashem Holocaust memorialBarack Obama rekindles the eternal flame in the Hall of Remebrance at the Yad Vashem Holocaust Memorial in Jerusalem

Obama Mengunjung Wailing Wall (Tembok Ratapan)

Read More ..

Friday, July 18, 2008

Dimanakah adab seorang Ulama?

UMNO bawa ulama Azhar - Dimanakah adab seorang Ulama?

Dilulus terbit pada Sunday, February 17 @ 23:41:12 MYT oleh SongkokPutih


Fikir Sejenak
Oleh M.N.I.
(Ubahsuai oleh WM)

 Dalam
kempen ini, UMNO akan menggunakan apa sahaja untuk menang, rasuah, ugut
dan paling licik menggunakan agama untuk mengelirukan rakyat terutama
yang buta fikiran.

Baru-baru ini majlis perasmian Multaqa
Sedunia Alumni Al-Azhar 2008, Syeikhul Al-Azhar, Dr. Muhammed Sayyid
Tantawi telah dipergunakan. Allah Maha Besar dan Bijaksana dan
meastikan setiap perkara yang tidak baik untuk agamaNya pastikan akan
di'nyah'kan dengan satu kehinaan.

LIHAT GAMBAR DENGAN LEBIH JELAS - KLIK gambar


Read More ..

PAS menyelar tindakan terhadap Presiden Sudan

TranungKite Online v7.0 - PAS menyelar tindakan terhadap Presiden Sudan
PAS menyelar tindakan terhadap Presiden Sudan
Dilulus terbit pada Wednesday, July 16 @ 12:20:00 MYT oleh SongkokPutih

Kenyataan Media Oleh DS TG Haji Abdul Hadi

Keputusan Ketua Mahkamah Jenayah Antarabangsa (ICC) dalam mengeluarkan waran tangkap bagi membicarakan Presiden Sudan, Omar al Bashir atas dakwaan pembunuhan kaum, jenayah terhadap kemanusiaan dan jenayah perang di Wilayah Darfur dilihat oleh PAS sebagai suatu tindakan yang "bias" dan lebih didorong oleh semangat penjajahan yang sepatutnya telah lenyap diabad ini.


Mahkamah tersebut dilihat membuat keputusan tanpa mengambil kira penglibatan dan campurtangan Barat kerana kepentingan mereka di wilayah tersebut yang langsung tidak menghormati kedaulatan dan kemerdekaan negara Sudan.



Dalam hal ini negara-negara Barat seolah memejamkan mata mereka terhadap jenayah perang yang dilakukan secara terang-terangan termasuklah pembunuhan orang-orang awam oleh Amerika Syarikat dan sekutu-sekutunya di Iraq, Afghanistan, Somalia dan begitu juga oleh Israel terhadap rakyat Palestin yang tidak berdosa.



Bagaimana mahkamah ini diharapkan memberikan keadilan sedangkan Amerika Syarikat dan beberapa negara kuasa besar dunia enggan menandatangani perjanjian mengiktiraf mahkamah antarabangsa yang berpusat di The Hague itu?



Bagi PAS agenda jahat Barat ini sesungguhnya bukan hanya menyentuh dan mencabar rakyat Sudan malah ianya turut menyentuh dan mencabar semua umat Islam seluruh dunia.



4 Julai, 2008

DATO' SERI TUAN GURU HJ ABD. HADI AWANG

Presiden

Parti Islam Se Malaysia (PAS)
Read More ..

Wednesday, July 9, 2008

Bermubahalah atau bersumpah dengan Al Quran: Apa kata tokoh agama?

09-07-2008 02:47:25 PM mSTAR Online - mstar.com.my
INSIDEN cabar mencabar agar bersumpah atau bermubahalah membabitkan isu dakwaan liwat ke atas Datuk Seri Anwar Ibrahim yang didakwa meliwat bekas pembantu peribadinya, Mohd. Saiful Bukhari Azlan, kian hangat diperdebatkan.

Ini adalah kali kedua Anwar menghadapi isu dakwaan meliwat. Kali pertama ialah pada tahun 1998.

Adakah Islam membolehkan umat Islam bersumpah? Dalam keadaan manakah, kaedah bersumpah ini dibolehkan? Bagaimana pula kaedah bersumpah dengan menjunjung al Quran, adakah ini dianjurkan? Atau adakah ini sebahagian dari tradisi orang Melayu yang masih kuat dipegang hingga ke hari ini.

Tidak pernah lagi terjumpa satu ayat pun yang mengatakan kita dibolehkan bersumpah dengan menjunjung Al-Quran untuk membuktikan kebenaran.

Beberapa ulamak dan tokoh agama bercanggah pendapat apabila diajukan tentang al-Quran dijadikan sebagai alat untuk membuktikan seseorang itu berada di pihak benar atau tidak.

Bolehkah penyelesaian pintas menyelesaikan sesuatu masalah fitnah dengan memaksa individu yang didakwa terbabit dengan melafazkan sumpah mubahalah atau sumpah laknat?

Pengerusi Majlis Fatwa Kebangsaan, Datuk Dr Abdul Shukor Husin:

Lafaz sumpah wajar dijadikan jalan terakhir selepas mereka yang saling tuduh-menuduh tidak dapat membuktikan kebenaran dakwaan itu melalui proses lain dalam mencari keadilan.

Dalam kes isu tuduhan liwat ke atas Datuk Seri Anwar Ibrahim misalnya, mana-mana pihak mesti berhati-hati dalam membuat keputusan untuk menggunakan al-Quran dan lafaz sumpah laknat ketika mahu menyelesaikan masalah berkenaan.

"Cuba usahakan cara lain dulu yang boleh mengait atau mengelakkan seseorang itu daripada tuduhan berkenaan. Biarlah proses perundangan menentukan kebenaran tuduhan ini melalui proses pencarian bukti, saksi dan sebagainya.

"Jika tuduhan itu berlanjutan, melarat dan tiada jalan keluar, barulah lafaz sumpah itu digunakan," katanya diminta mengulas kewajaran cadangan untuk bersumpah menjunjung al-Quran bagi membuktikan kebenaran masing-masing.

Mufti Selangor, Datuk Mohd Tamyes Abdul Wahid:

Islam tidak pernah mensyariatkan supaya orang yang terbabit dalam fitnah bersumpah dengan menjunjung al-Quran tetapi cukup hanya bersumpah dengan nama Allah SWT.

"Tidak wajar dan haram hukumnya untuk seseorang Islam menjadikan al-Quran sebagai alat untuk bersumpah kerana yang diharuskan agama ialah bersumpah dengan melafazkan nama Allah sebanyak tiga kali," katanya.

"Hanya Allah SWT yang berhak menggunakan nama makhluknya seperti al-Quran dan alat lain dalam mempertahankan kebenaran sesuatu perkara. Manusia pula disyariatkan bukan bersumpah dengan alat atau al-Quran sekalipun ketika mempertahankan diri mereka daripada fitnah atau penipuan tetapi cukup dengan menyebut tiga nama Allah, Wallahi, Wabillahi, Watallahi.

"Kalimah sumpah itu adalah yang termasyhur dan biasa disebut semua orang sama seperti lafaz sumpah yang digunakan ketika pemimpin politik mengangkat sumpah di Dewan Rakyat dan Dewan Undangan Negeri," katanya.

Mufti Johor, Datuk Noh Gadut:

Isu fitnah seperti dakwaan kes liwat yang sedang hangat diperkatakan ini wajar ditangani di mahkamah.

"Ia akan membabitkan lebih ramai pihak berwibawa dalam menentukan keputusan sama ada seseorang itu bersalah atau tidak," katanya.

Mufti Perlis, Dr Asri Zainul Abidin

Bersumpah dengan menjunjung Al Quran bukanlah kaedah Islam.

"Bukan itu yang dianjurkan oleh Islam. Nabi pun tidak pernah buat begitu. Bersumpah dengan menjunjung Quran adalah tradisi orang Melayu. Yang dianjurkan ialah bermubahalah atau bersumpah dengan berkata, "Jika benar saya yang melakukannya, laknatilah saya." Dan pihak yang satu lagipun perlu berkata sedemikian.

"Dan hendaklah bersumpah dengan Wallahi, Wabillahi, Watallahi - Saya tidak melakukannya," kata Dr Asri.

Menurut beliau, "Kedua-dua mereka, baik yang menuduh atau yang dituduh meliwat hendaklah bermubahalah. Inilah cara yang pernah Nabi buat dulu," jelasnya Dr Asri lagi.

Beliau turut menegur kesilapan fakta berhubung mubahalah yang dikaitkan sebagai kaedah "menjunjung al-Quran" sedangkan menurutnya dalam mubahalah, setiap orang akan memohon kelaknatan Allah ke atas dirinya jika berada di pihak yang salah.

Mufti Perlis itu percaya mubahalah yang tidak memerlukan wang atau modal akan menghapuskan prasangka dan hukumannya adalah adil.

Dalam mubahalah, seseorang yang dikaitkan perlu menyebut "Ya Allah! Jika aku lakukan apa yang dituduh ke atasku, maka laknatilah aku" manakala satu pihak lagi perlu menyebut " Ya Allah! Jika dia tidak lakukan apa yang aku tuduh itu, maka laknatilah aku."

"Serahkan pada Allah kerana ini urusan Allah," kata Asri.

Menteri Besar Kelantan, Nik Aziz Nik Mat

Beliau menyokong cadangan bermubahalah cuma cara bersumpah yang dianjurkan ialah bermubahalah sambil menjunjung Al Quran.

"Bermubahalah atau bersumpah dengan menjunjung al-Quran adalah cara untuk menentukan kebenaran dan juga sesuatu yang dituntut dalam Islam.

"Tapi kalau ada prosedur lain, lakukan dahulu yang lain itu, pihak mahkamah tentu tahu apa yang sepatutnya," katanya.

Mursyidul Am PAS itu berkata melalui cara demikian, Allah SWT boleh melaknatkan mana-mana pihak yang bersalah.

"Bersumpah atau bermubahalah merupakan langkah paling akhir yang perlu dibuat selepas proses perundangan dijalankan.

"Tapi biarlah pihak mahkamah siasat dulu. Bersumpah adalah langkah yang terakhir," kata Tok Guru itu.

Mufti Perak, Datuk Seri Dr. Harussani Zakaria

Datuk Seri Anwar Ibrahim tidak perlu bersumpah kerana ia tidak menepati undang-undang Islam.

"Namun Anwar perlu mengemukakan bukti di mahkamah sekiranya beliau tidak bersalah seperti yang didakwa oleh bekas pembantunya Mohd Saiful Bukhari Azlan," katanya.

Dr Harussani berkata yang menuduh kena mengemukakan empat orang saksi di mahkamah. Kalau tidak boleh dikenakan sebatan 80 kali.

Penasihat Agama Kepada Perdana Menteri, Tan Sri Abdul Hamid Othman

Perbuatan bermubahalah (sumpah laknat) adalah bercanggah dengan ajaran Islam terutama jika ia membabitkan unsur-unsur politik.

Beliau berkata, sumpah adalah suatu perkara yang tidak boleh dipermain-mainkan dan hanya perlu dilakukan ketika dalam mahkamah membabitkan peruntukan undang-undang atau kanun tertentu.

''Sumpah bukan boleh dibuat sewenang-wenangnya, jika yang bersumpah itu mahu menunjukkan bahawa kalau dia benar-benar bersalah maka akan turun azab daripada Tuhan.

''Tetapi bagaimana pula keadaannya jika orang yang bersumpah itu tidak dikenakan azab (di dunia), adakah itu menunjukkan dia benar-benar tidak bersalah.

''Sedangkan ajaran Islam hanya mempercayai bahawa azab Allah kepada umat-Nya akan dikenakan di akhirat dan bukannya di dunia," katanya.



Read More ..

Tuesday, July 8, 2008

Tanda Kekuasaan Allah pada Penciptaan Otak

Otak
memiliki tabiat yang dingin. Kemudian diperselisihkan mengenai hikmah
di balik itu. Sebagian orang mengatakan bahwa otak sengaja dibuat
dingin agar dapat mendinginkan panas yang ada dalam hati dan
mengembalikannya apabila terlewat kepada batasnya. Pendapat ini
dibantah oleh sebagian lainnya, mereka berkata : jika demikian halnya,
seharusnya otak tidak boleh diletakkan jauh dari hati, bahkan
seharusnya otak membungkus hati sebagaimana halnya paru-paru, atau
minimal dekat dengannya di dalam dada agar dapat menurunkan panasnya
hati.

Namun pernyataan ini dibantah lagi oleh
golongan yang pertama, mereka berkata : jauhnya otak dari hati tidaklah
meniadakan hikmah yang telah kami sebutkan tadi. Sebab, sekiranya otak
diletakkan dekat dengan hati, tentu kekuatan panas yang dikeluarkan
oleh hati akan mendominasi otak. Oleh karena itu, letak keduanya
sengaja dibuat berjauhan agar tidak saling merusak, dan keduanya bisa
saling menyelaraskan dengan tabiatnya masing-masing. Berbeda dengan
paru-paru yang memang dibuat khusus untuk mendinginkan hati bukan untuk
meredam panasnya hati.

Sementara itu, kelompok yang lainnya
memilih jalan tengah, mereka berkata : sebenarnya otak itu panas, akan
tetapi ia memiliki tabiat yang tenang. Di dalam otak ada pendingin
khusus. Sebab otak merupakan alat berpikir, dan alat berpikir ini butuh
tempat yang tenang, tentram, bersih dari kotoran dan najis, jauh dari
kebisingan dan hiruk-pikuk. Oleh sebab itu pula, kejituan berpikir,
mengingat dan menelurkan ide-ide yang benar hanya dapat diperoleh
dengan ketenangan badan, ketenangan tindakan dan sedikitnya kebisingan
dan kegaduhan. Tugas ini tidak mungkin dilakukan oleh hati. Sementara
otak sangat tepat untuk mengembannya.

Oleh sebab itu, ide-ide cemerlang biasanya
dapat ditemukan pada malam hari atau di tempat-tempat sepi. Dan ide itu
akan rusak saat api syahwat dan kemarahan membara atau pada saat
kesedihan yang sangat mendalam, keletihan karena aktifitas badan dan
pikiran yang berat.

Pembahasan ini tentu berkaitan dengan
pembahasan lain, yaitu pembahasan tentang apakah panca indera dan akal
bersumber dari hati dan otak? Sebagian orang mengatakan bahwa semua
aktifitas pusatnya adalah hati dan akan selau terkait dengannya. Antara
hati dan panca indera terdapat beberapa celah dan jalur. Setiap anggota
panca indera pasti memiliki hubungan langsung dengan hati, baik
dihubungkan dengan syaraf atau dengan yang lainnya. Urat syaraf ini
keluar berhilir dari hati dan bermuara kepada seluruh tubuh, termasuk
diantaranya panca indera tersebut.

Mereka berkata : apabila mata melihat
sesuatu maka ia akan mengirim pesan tersebut melalui urat syaraf ke
hati, sebab urat syaraf ini berhubungan langsung dengan hati. Demikian
pula halnya alat panca indera yang lainnya. Kemudian yang menjadi
pertanyaan, apa sebabnya setiap anggota tubuh yang memiliki karakter
yang berbeda harus dibantu dengan beberapa alat panca indera yang
beraneka ragam, sementara karakter panca indera itu sendiri berbeda?
Kekuatannya juga berbeda satu sama lainnya. Mereka memberi jawaban
bahwa seluruh urat syaraf yang berada di dalam badan pasti berhubungan
dengan hati, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka
mengatakan bahwa dari hati tersebut dialirkan melalui urat syaraf dan
aliran darah kekuatan kepada mata untuk mempergunakan alat penglihatan,
kepada telinga untuk mendengar, kepada kulit untuk merasa dan kepada
setiap anggota tubuh lainnya, hati mengalirkan kekuatan untuk menjaga
setiap anggota tubuh tersebut. Hati merupakan unsur pembentuk anggota
tubuh, alat panca indera dan kekuatan. Oleh sebab itulah, menurut
pendapat yang benar hati merupakan anggota tubuh yang pertama kali
dibentuk. Tidak diragukan lagi, kekuatan berpikir bersumber dari hati.
Meskipun ada sekelompok orang yang berpendapat bahwa sumbernya adalah
akal yang ada di kepala, namun yang benar adalah sumber dan pusatnya
adalah di hati sementara cabangnya ada di kepala. Allah telah
mengisyaratkan hal tersebut dalam firman-Nya :


"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengannya mereka dapat memahami?" (al-Hajj : 46)

Dalam ayat lain Allah berfirman :



"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati." (Qaaf : 37)

Yang dimaksud hati di sini bukanlah gumpalan daging yang dimiliki oleh setiap hewan, mamun yang dimaksud adalah akal pikiran.

Kelompok lainnya berpendapat lain, mereka
mengatakan bahwa pusat alat panca indera adalah otak. Mereka
mengingkari adanya hubungan antara hati dengan mata, telinga dan hidung
melalui urat syaraf dan aliran darah. Mereka mengatakan bahwa pendapat
seperti itu merupakan kebohongan yang tidak sesuai dengan anatomi
manusia itu sendiri!

Yang benar adalah pendapat pertengahan
antara dua kelompok di atas, yaitu hati merupakan sumber kekuatan bagi
alat panca indera tersebut. Kekuatan ini adalah kekuatan maknawi yang
tidak butuh urat syaraf tertentu untuk membawanya kepada alat panca
indera tersebut. Karena kekuatan tersebut sampai kepada alat panca
indera dan anggota tubuh lainnya hanya bergantung kepada kesiapannya
menerima sinyal dari hati. Dan sinyal hati itu tidak akan dialirkan
melalui urat syaraf maupun aliran darah. Dengan demikian selesailah
segala kerancuan dalam permasalahan yang banyak dibicarakan dan
dipersoalkan ini. Wallahu a'lam bish shawab, hanya Allah-lah yang kuasa memberi taufik kepada kebenaran.

Kemudian, seandainya Anda melihat otak dan
meneliti komposisinya niscaya Anda akan menyaksikan suatu perkara yang
menakjubkan. Anda akan melihat suatu komposisi yang membuat akal
terheran. Otak dibungkus oleh selaput-selaput dan penutup yang saling
bertumpang tindih untuk menjaganya dari kegoncangan. Kemudian dibungkus
dengan tulang kepala seperti topi baja dan helm yang berfungsi untuk
menjaganya dari benturan, kejatuhan dan pukulan.

Pelindung tersebut akan menahannya seperti
halnya topi baja melindungi kepala dalam pertempuran. Kemudian tulang
tersebut dibungkus dengan kulit untuk melindungi tulang tersebut agar
tidak terkena gangguan. Kemudian kulit tersebut dihiasi dengan rambut
yang lebat untuk menjaganya dan menutupinya dari cuaca panas dan dingin
dan dari berbagai gangguan, dan juga berfungsi sebagai keindahan dan
perhiasan. Tanyakanlah kepada ahli ta'thil (para pengingkar sifat
Allah) [dan juga orang atheis dan sekuler, pen] : Siapakah yang
melindungi otak seperti ini? Dan siapakah yang telah menetapkannya?
Dalam ruangan ini (otak) tersimpan berbagai jenis manfaat, kekuatan dan
keajaiban lainnya. Kemudian ruangan ini ditutup dengan rapi dan dijaga
sedemikian sempurna. Allah telah menjaganya dengan baik dan
menjadikannya sebagai pusat pergerakan alat perasa dan panca indera.
Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta.

Kemudian Ibnul Qayyim rahimahullah
melanjutkan lagi perkataannya : Tujuan membeberkan hal ini semua
hanyalah untuk mengingatkan tentang adanya hikmah pada penciptaan
manusia. Meski sebenarnya hikmah di balik itu terlalu besar untuk
diungkap oleh akal dan kata-kata.



(Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan al-Imam Ibnul Qayyim, Pustaka Darul Haq)

Diambil dari www.alsofwah.or.id
Read More ..